Poin Penting
- Kapitalisasi pasar bank-bank Himbara mencapai sekitar Rp1.100 triliun, setara dengan 10 persen total nilai perusahaan yang tercatat di Indonesia.
- Presiden Prabowo meminta Himbara tidak hanya mengejar laba, tetapi juga memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, sektor komersial, dan korporasi.
- Rosan menilai penurunan harga minyak dunia ke bawah 80 dolar AS per barel menjadi sentimen positif bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Jakarta – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, membeberkan bahwa total kapitalisasi pasar bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mencapai sekitar Rp1.100 triliun.
Menurutnya, nilai tersebut mencerminkan sekitar 10 persen dari total kapitalisasi pasar seluruh perusahaan yang tercatat di Indonesia.
“Bank Himbara itu kurang lebih nilainya Rp1.100 triliun. Di mana, mencerminkan 10 persen dari nilai seluruh capital market atau seluruh nilai perusahaan Indonesia,” ujar Rosan, dikutip laman setneg.go.id, Jumat, 19 Juni 2026.
Ia merinci, berdasarkan kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai pasar masing-masing bank Himbara mencapai ratusan triliun rupiah.
Bank Mandiri misalnya memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp450 triliun, disusul Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang berada di kisaran serupa.
Baca juga: Prabowo Kumpulkan Bos-Bos Bank Himbara dan Menko Airlangga di Istana, Ini yang Dibahas
Adapun, Bank Negara Indonesia (BNI) memiliki nilai pasar mendekati Rp200 triliun, ditambah kontribusi dari Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Tabungan Negara (BTN).
Tak Hanya Mengejar Laba
Lanjutnya, Presiden RI Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar keberadaan bank Himbara tak hanya berfokus pada keuntungan bisnis, melainkan turut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Ia menyebut, di antaranya dapat berupa pemberian persamaan dan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
“Perbankan juga semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat, ke rakyat dalam bentuk pemberian, persamaan, kesempatan dari segala lapisan dari UMKM, komersial maupun korporasi,” jelasnya.
Selain berperan sebagai lembaga intermediasi keuangan, Rosan juga menilai bahwa bank Himbara mempunyai posisi penting dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah.
Baca juga: Saham Tertekan, Himbara Pastikan Kondisi Fundamental Tetap Solid
Meski demikian, Rosan menegaskan bahwa seluruh kegiatan bisnis dan penyaluran pembiayaan harus tetap dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking) dan profesionalisme.
“Yang paling penting bahwa semuanya harus dijalankan dengan asas kehati-hatian secara profesional dan kehadiran Himbara ini benar-benar harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia dengan diberikan kesempatan yang sama,” tuturnya.
Harga Minyak Dunia Turun, Sentimen Positif bagi Ekonomi Indonesia
Dalam kesempatan yang sama, dirinya turut menyoroti perkembangan harga minyak dunia yang saat ini berada di bawah level 80 dollar AS per barel.
Menurut Rosan, tren penurunan harga minyak berpotensi memberikan sentimen positif terhadap perekonomian nasional, terutama dalam menjaga stabilitas biaya energi dan mendukung aktivitas ekonomi domestik.
“Harga minyak sudah menurun di bawah 80 dollar AS dan harapannya ini memberikan sentimen positif terhadap perekonomian kita,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


