Poin Penting
- Kinerja fundamental Himbara dinilai sangat kuat meski saham bank BUMN melemah. Kredit tumbuh sekitar 20 persen, DPK naik 20-30 persen, dan LDR terjaga di kisaran 88-90 persen
- Ketua Himbara Putrama Wahju Setyawan menegaskan kondisi perbankan BUMN tetap solid. NPL rata-rata di bawah 2 persen, sementara pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga masih tinggi
- Himbara memastikan tidak ada alasan untuk meragukan fundamental bank BUMN. DPR dan pemerintah juga menilai sektor perbankan nasional tetap berada dalam kondisi kuat.
Jakarta – Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sekaligus Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan membeberkan kondisi fundamental bank-bank BUMN di tengah menurunnya harga saham bank milik negara tersebut.
Putrama menjelaskan secara fundamental kinerja Himbara saat ini sangat baik. Kondisi tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit rata-rata Himbara yang mencapai sekitar 20 persen.
Kemudian, Dana Pihak Ketiga (DPK) bank-bank milik negara ini juga tumbuh di kisaran 20-30 persen. Likuiditas pun tetap terjaga dengan rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) berada pada kisaran 88-90 persen.
“Secara fundamental kinerja di Himbara ini sangat bagus dan saat ini adalah kinerja terbaiknya Himbara,” ujar Putrama saat memberikan keterangan usai pertemuan dengan pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Selasa 9 Juni 2026.
Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Melesat 4,82 Persen ke 5.599, Sentimen Buyback Saham jadi Pendorong
Putrama juga menyampaikan kualitas kredit perbankan BUMN masih terjaga dengan rata-rata rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) berada di bawah 2 persen.
Dengan kondisi tersebut, Putrama menilai tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait dengan kondisi fundamental Himbara di bursa.
“Saat ini kinerja Himbara secara fundamental sangat bagus sehingga rasanya tidak perlu ada kekhawatiran maupun keraguan terhadap kondisi fundamental di bursa,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan DPR telah melakukan koordinasi dan evaluasi terkait perkembangan dan kondisi terkini di sektor perbankan nasional.
Dasco menyebut, dari hasil diskusi menunjukkan perkembangan sektor perbankan nasional saat ini berada dalam kondisi yang baik. Selain itu, DPR juga berdiskusi dengan COO Danantara Dony Oskaria, BPJS Ketenagakerjaan, serta pelaku pasar terkait situasi pasar saat ini.
“Kami tadi juga sudah berdiskusi dengan Pak Dony Oskaria dari Danantara, BPJS Ketenagakerjaan dan Taspen mengenai situasi market,” kata Dasco.
Baca juga: BTN Gandeng Pinhome, Bangun Ekosistem Digital untuk Permudah dan Percepat KPR
Di kesempatan yang sama, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menambahkan, fundamental ekonomi Indonesia, khususnya sektor perbankan tetap kuat. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah dan para pelaku pasar perlu terus dilakukan untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
“Alhamdulillah, seperti yang tadi sudah disampaikan, sesungguhnya fundamental ekonomi kita dari sisi perbankan juga sangat kuat,” imbuh Prasetyo. (*)
Editor: Galih Pratama


