Poin Penting
- IHSG ditutup melemah tipis 0,03 persen ke 7.621,38, berbalik ke zona merah dari posisi sebelumnya
- Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan nilai transaksi Rp18,14 triliun; 356 saham menguat, 318 melemah, dan 147 stagnan
- Mayoritas sektor menguat dipimpin transportasi dan kesehatan, namun indeks utama seperti LQ45, IDX30, dan JII terkoreksi.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, 16 April 2026 ditutup berbalik pada zona merah ke posisi 7.621,38 atau turun tipis 0,03 persen dari level 7.623,58.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 318 saham terkoreksi, 356 saham menguat, dan 147 saham tetap tidak berubah.
Sebanyak 39,81 miliar saham diperdagangkan dengan 2,63 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp18,14 triliun.
Baca juga: Kinerja 2025 Moncer, ASLC Umumkan Mau Buyback Saham
Terpantau, mayoritas indeks dalam negeri juga bergerak turun. Rinciannya, IDX30 -0,10 persen jadi 403,19, JII -0,56 persen menjadi 529,27, dan LQ45 -0,35 persen ke 757,32. Sedangkan, Sri-Kehati naik 0,05 persen ke 349,75.
Sebaliknya, mayoritas sektor terpantau bergerak hijau, dengan sektor transportasi naik 3,36 persen, sektor kesehatan meningkat 2,37 persen, sektor teknologi menguat 1,45 persen, sektor industrial naik 0,95 persen, sektor non-siklikal meningkat 0,13 persen, dan sektor keuangan menguat 0,11 persen.
Sementara itu, sektor sisanya terpantau melemah, yakni sektor infrastruktur -0,60 persen, sektor bahan baku -0,39 persen, sektor properti -0,35 persen, sektor siklikal -0,22 persen, dan sektor energi -0,07 persen.
Baca juga: Kinerja 2025 Ciamik, Saham BBCA Diproyeksi Kembali Menguat
Saham Top Gainers dan Losers
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO), PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), dan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS).
Sedangkan saham top losers adalah PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL), PT MD Entertainment Tbk (FILM), dan PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU), dan PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG). (*)
Editor: Galih Pratama







