Poin Penting
- PT United Tractors Tbk (UNTR) menargetkan tambang emas Martabe kembali beroperasi pada Mei 2026 setelah sempat dihentikan akibat evaluasi lingkungan pasca banjir
- Jika operasi kembali berjalan, produksi emas diproyeksikan mencapai sekitar 70.000 ounce
- UNTR tengah menyiapkan operasional, memanggil kembali karyawan, serta meningkatkan aspek keselamatan dan perlindungan lingkungan.
Jakarta – PT United Tractors Tbk (UNTR) menyampaikan bahwa tambang emas Martabe ditargetkan akan kembali beroperasi pada Mei 2026, setelah Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang sebelumnya sempat diberhentikan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) terkait bencana banjir di Sumatra.
Presiden PT United Tractors Tbk (UNTR), Iwan Hadiantoro, mengatakan bahwa, tambang Martabe yang dimiliki oleh anak usaha perseroan, yakni PT Agincourt Resources (PTAR) kembali dioperasikan, maka diproyeksikan akan menghasilkan emas hingga 70.000 ounce.
“Pertengahan bulan Mei sudah bisa beroperasi dan apabila itu kita sudah bisa beroperasi, targetnya sekitar 70.000 ounce,” ucap Iwan dalam Konferensi Pers di Jakarta, 16 April 2026.
Baca juga: RUPST UNTR Sepakat Tebar Dividen Rp5,9 Triliun Tahun Buku 2025
Dalam kurun waktu satu setengah bulan ini, UNTR tengah mempersiapkan operasional pertambangan hingga kontraktor untuk tambang Martabe, serta memanggil kembali karyawan tambang yang sebelumnya sempat dirumahkan setelah IUP tambang Martabe diberhentikan.
“Karyawan-karyawan yang sudah sempat kita rumahkan, kita panggil-panggil kembali dan yang paling penting itu kita berusaha untuk meningkatkan kualitas dan aspek keselamatan serta lingkungan hidupnya,” imbuhnya.
Adapun, penghentian sementara operasional tambang Martabe milik anak usaha UNTR telah diumumkan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, pada 6 Desember 2025 lalu.
Penghentian sementara ini dilakukan usai dirinya melakukan inspeksi udara dan darat di hulu DAS Batang Toru dan Garoga untuk memverifikasi penyebab bencana serta menilai kontribusi aktivitas usaha terhadap meningkatnya risiko banjir dan longsor, sekaligus memastikan kepatuhan terhadap standar perlindungan lingkungan hidup.
Baca juga: Satgas PKH Segel Tambang Nikel Ilegal PT Mineral Trobos
Saat ini, UNTR mengoperasikan tiga pit terbuka, yakni Pit Ramba Joring yang dibuka pada tahun 2017, Pit Barani yang dibuka pada tahun 2016, dan Pit Purnama yang dibuka pada tahun 2011.
Ketiganya menjalankan pabrik pengolahan bijih emas carbon-in-leach (CIL) konvensional, yang didukung oleh prasarana termasuk jalan angkut, fasilitas penampungan tailings, tangki penyimpanan air baku, bendungan pengendali sedimen, instalasi pengolahan air, switchyard, fuel depot, workshop, dan warehouse. (*)
Editor: Galih Pratama







