Poin Penting
- ASLC berencana melakukan pembelian kembali saham sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap nilai intrinsik yang dinilai masih undervalued
- Aksi korporasi ini ditopang arus kas sehat hasil kinerja 2025, dan dipastikan tidak menghambat rencana ekspansi 2026
- Pendapatan 2025 tumbuh 14,5 persen menjadi Rp1 triliun, ditopang ekspansi Caroline.id dan bisnis JBA, memperkuat prospek cerah di 2026.
Jakarta – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) pada hari ini (14/4) mengumumkan rencana strategisnya untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback).
Langkah ini diambil sebagai refleksi atas kondisi arus kas perseroan yang kuat serta kepercayaan manajemen terhadap nilai intrinsik perusahaan yang terus meningkat pasca pengumuman kinerja tahun penuh 2025.
ASLC berencana mengalokasikan kembali dana internal untuk membeli kembali saham yang beredar di publik melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pelaksanaan buyback saham ASLC akan dilakukan secara bertahap dalam periode yang ditentukan setelah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dengan tetap mematuhi batasan harga dan volume sesuai regulasi OJK yang berlaku.
Baca juga: ASLC Kantongi Pendapatan Rp1 Triliun di 2025, Tumbuh 14,5 Persen
Presiden Direktur ASLC, Jany Candra, mengatakan, keberhasilan strategi bisnis di tahun 2025 menghasilkan posisi kas yang sehat, memungkinkan ASLC melakukan buyback tanpa mengganggu rencana ekspansi di 2026.
“Melihat capaian gemilang di tahun 2025, kami merasa harga saham saat ini masih berada di bawah nilai fundamentalnya (undervalued). Buyback ini adalah instrumen kami untuk mengembalikan nilai kepada pemegang saham sekaligus menjaga volatilitas pasar agar lebih stabil,” ucap Jany dalam keterangan resmi di Jakarta, 14 April 2026.
Sebagai tambahan informasi, ASLC saat ini masih dalam periode pembelian kembali saham sampai dengan 17 Juni 2026, sebagaimana disetujui pada RUPS tanggal 17 Juni 2025.
Sementara berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, ASLC berhasil mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, didorong oleh ekspansi jaringan ritel Caroline.id dan stabilnya bisnis lelang JBA.
ASLC mencatatkan kenaikan pendapatan yang solid secara tahunan, didukung oleh volume penjualan unit yang melampaui target tahunan yaitu sebesar Rp1 triliun atau tumbuh 14,5 persen dibandingkan tahun 2024.
Baca juga: Realisasi Capex ASLC Capai Rp15 Miliar, Untuk Apa Saja?
Secara keseluruhan, ASLC memandang prospek bisnis pada 2026 tetap cerah, didukung oleh fundamental pasar yang solid dan berkelanjutan.
Optimisme tersebut mendorong ASLC terus melakukan strategi ekspansi jaringan yang berkelanjutan, serta optimalisasi ekosistem omnichannel bisnis mobil bekas. (*)
Editor: Galih Pratama







