Poin Penting
- IHSG melemah 0,69 persen ke level 6.365,37 pada perdagangan 10 Agustus 2026, sementara rupiah justru menguat 0,8 persen ke Rp17.755 per USD
- Penguatan rupiah didorong pelemahan dolar AS dan respons positif pasar terhadap Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI
- Hampir seluruh sektor saham terkoreksi, dengan sektor non-siklikal turun paling dalam 1,37 persen.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026, ditutup melemah 0,69 persen ke level 6.365,37. Posisi tersebut turun dari penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.409,65.
Pergerakan IHSG berbanding terbalik dengan nilai tukar rupiah. Mata uang Garuda ditutup menguat 0,8 persen ke level Rp17.755 per USD di pasar spot.
Phintraco Sekuritas menilai penguatan rupiah ditopang oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) serta respons positif pasar terhadap Destry Damayanti yang menjadi calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI).
Baca juga: Destry Damayanti Calon Tunggal Gubernur BI, Ekonom Ingatkan Pentingnya Independensi
Berdasarkan statistik RTI Business, sebanyak 329 saham ditutup terkoreksi, 287 saham menguat, dan 180 saham tidak mengalami perubahan.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 46,94 miliar saham berpindah tangan dengan frekuensi transaksi mencapai 2,62 juta kali. Adapun total nilai transaksi saham tercatat sebesar Rp18,19 triliun.
Sejalan dengan pelemahan IHSG, seluruh indeks utama di dalam negeri juga bergerak negatif. LQ45 turun 0,96 persen ke level 634,12, IDX30 merosot 1,01 persen menjadi 355,76, Sri-Kehati melemah 1,00 persen ke 308,92, dan JII turun 0,89 persen menjadi 383,97.
Dari sisi sektoral, hampir seluruh sektor saham berada di zona merah. Sektor non-siklikal menjadi sektor dengan penurunan terbesar, yakni 1,37 persen, diikuti sektor infrastruktur yang merosot 1,25 persen.
Selanjutnya, sektor industrial melemah 0,74 persen, energi turun 0,68 persen, kesehatan merosot 0,40 persen, properti melemah 0,38 persen, teknologi turun 0,36 persen, siklikal merosot 0,23 persen, bahan baku melemah 0,20 persen, dan sektor keuangan turun tipis 0,05 persen.
Di tengah tekanan pasar, hanya sektor transportasi yang mampu mencatatkan penguatan signifikan, yakni sebesar 6,21 persen.
Baca juga: Investor Saham RI Sentuh 10,05 Juta, Naik 16,83 Persen
Saham Top Gainers dan Losers
Dari jajaran saham top gainers, terdapat PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP), PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM), dan PT MD Entertainment Tbk (FILM).
Sementara itu, saham yang masuk jajaran top losers antara lain PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG).
Adapun tiga saham yang paling aktif diperdagangkan berdasarkan frekuensi transaksi adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). (*)
Editor: Galih Pratama


