Poin Penting
- Phintraco Sekuritas memproyeksi IHSG bergerak konsolidasi di rentang 6.900–7.100 pada 5 Mei 2026, setelah sebelumnya ditutup menguat tipis ke level 6.971,95
- Sentimen negatif datang dari PMI manufaktur yang turun ke 49,1 (area kontraksi) serta surplus neraca perdagangan yang menyusut akibat ekspor melemah dan impor meningkat
- Meski inflasi melambat ke 2,4 persen yoy, pasar masih menanti rilis data PDB Q1 2026 yang diperkirakan terkontraksi secara kuartalan namun tetap tumbuh secara tahunan.
Jakarta – Phintraco Sekuritas memproyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini (5/5) secara teknikal akan bergerak konsolidasi pada rentang 6.900-7.100.
“IHSG diperkirakan akan berkonsolidasi di kisaran level 6.900-7.100,” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 5 Mei 2026.
Ada sejumlah sentimen yang akan memengaruhi gerak IHSG hari ini, antara lain indeks PMI Manufacturing Indonesia yang memasuki area kontraksi di April 2026 dengan turun ke level 49,1 dari 50,1 di Maret 2026.
Baca juga: Intip Gerak Saham Bank Indeks INFOBANK15 di Tengah Pelemahan IHSG
Angka tersebut menjadi level terendah sejak Juni 2025 dan penurunan itu disinyalir sebagai dampak dari konflik di Timur Tengah yang berkepanjangan.
Sementara itu, surplus neraca perdagangan juga mengalami penurunan menjadi USD3,32 miliar di Maret 2026 dibandingkan dengan USD4,33 miliar di Maret 2025. Ini diakibatkan karena penurunan ekspor 3,1 persen year on year (yoy), sedangkan impor naik 1,51 persen yoy.
Namun surplus tersebut membaik jika dibandingkan dengan surplus Februari 2026 yang sebesar USD1,28 miliar, meskipun di bawah estimasi yang sebesar USD4,2 miliar.
Adapun, inflasi tahunan melambat di level 2,4 persen yoy pada April 2026 dari 3,48 persen yoy di Maret 2026, yang merupakan level terendah sejak Agustus 2025. Penurunan ini terutama karena perlambatan kenaikan harga pangan dan perumahan.
Baca juga: Dasco: Danantara Beli Saham Aplikator, Potongan Ojol akan Turun ke 8 Persen
Selanjutnya, investor akan menantikan data PDB kuartal I 2026 yang diperkirakan terkontraksi 0,7 persen qoq dari pertumbuhan 0,86 persen qoq di kuartal IV 2025 dan tumbuh 5,6 persen yoy dari 5,39 persen yoy di kuartal IV 2025 (5/5).
Sementara diketahui, pada perdagangan kemarin IHSG ditutup menguat pada level 6.971,95 atau naik 0,22 persen, setelah sempat bergerak sideways. (*)
Editor: Galih Pratama


