Poin Penting
- Pemerintah melalui Danantara mulai masuk sebagai pemegang saham di sejumlah aplikator, membuka peluang penyesuaian kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan pengemudi ojol.
- DPR menyebut potongan tarif aplikator yang sebelumnya berkisar 10–20 persen akan diturunkan secara bertahap hingga menjadi 8 persen sebagai langkah awal perbaikan skema pendapatan.
- Selain tarif, status pengemudi sebagai pekerja atau mitra masih dalam tahap kajian, dengan proses yang melibatkan komunitas ojol agar kebijakan tidak ditetapkan sepihak.
Jakarta – Isu kesejahteraan pengemudi ojek online (ojol), termasuk besaran potongan biaya oleh aplikator, menjadi perhatian serius pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa pemerintah melalui Danantara telah mulai masuk dalam struktur kepemilikan saham sejumlah aplikator.
Dengan langkah tersebut, kebijakan terkait sistem kerja dan pembagian pendapatan akan disesuaikan secara bertahap. Tahap awal difokuskan pada penurunan potongan biaya yang diambil aplikator.
“Paling pertama adalah kemudian menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator tadinya 20 atau 10 persen ini sehingga aplikator hanya akan mengambil 8 persen,” ujar Dasco saat menerima audiensi aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat di Gedung Nusantara, DPR RI, dinukil laman DPR, Sabtu, 2 Mei 2026.
Baca juga: Danantara Sebut Konsolidasi BUMN Dorong Peningkatan Kapitalisasi Pasar
Status Pengemudi Masih Dikaji
Selain itu, politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut menerangkan pembahasan terkait status pengemudi ojol—apakah sebagai pekerja atau mitra—masih dalam tahap simulasi dan kajian.
Ia menegaskan, proses tersebut akan melibatkan organisasi dan komunitas pengemudi, sehingga tidak diputuskan secara sepihak.
Baca juga: Danantara Targetkan Reformasi Besar Bank Himbara pada 2026
Selain itu, Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) ini juga menyampaikan bahwa keterlibatan pemerintah dalam struktur aplikator, termasuk melalui kepemilikan saham, dinilai membuka ruang bagi kebijakan yang lebih berpihak kepada pekerja.
“Nanti itu juga tetap yang organisasi-organisasi kawan-kawan ojol ini tetap akan diajak ngomong, akan diajak berembuk. Karena Pemerintah melalui Danantara sudah masuk ke dalam aplikator itu mengambil bagian saham gitu,” pungkas Dasco.
Libatkan Berbagai Elemen
Turut hadir pula dalam kesempatan ini, Wakil Ketua DPR RI Korinbang Saan Mustopa, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari, dan Anggota Komisi IX DPR RI Obon Tabroni.
Dari pihak buruh, hadir aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat yang terdiri dari berbagai serikat pekerja, termasuk Konfederasi KASBI, FSBMM, Sindikasi Pekerja Media dan Industri Kreatif, FSBM, KSN, Serikat Pekerja Kampus, serta perwakilan pekerja medis dan kesehatan.
Baca juga: Prabowo Janjikan Kredit Rumah Buruh hingga 40 Tahun saat Pidato May Day 2026
Selain itu turut hadir juga dalam pertemuan tersebut KPBI, elemen petani dari Konsorsium Pembaruan Agraria, mahasiswa dari LMID, SMI, dan SEMPRO, serta organisasi masyarakat sipil seperti YLBHI, LBH Jakarta, KontraS, WALHI, dan Greenpeace. (*)
Editor: Yulian Saputra




