Poin Penting
- Pembiayaan BSI tumbuh 14,60 persen menjadi Rp335 triliun hingga Mei 2026.
- Portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp77,06 triliun atau 23 persen dari total pembiayaan.
- Pembiayaan difokuskan pada UMKM, energi terbarukan, dan sektor ramah lingkungan.
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI mencatat pertumbuhan pembiayaan yang tetap solid hingga Mei 2026. Total pembiayaan perseroan mencapai Rp335 triliun atau meningkat 14,60 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen konsumer dan ritel.
Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengatakan pertumbuhan pembiayaan tersbeut diikuti dengan komitmen perseroan dalam memperkuat pembiayaan berkelanjutan.
“Hal ini menjadi bentuk keseriusan BSI dalam menyalurkan pembiayaan yang sehat, sustain dan ramah lingkungan,” kata Bob dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026.
Baca juga: BSI Andalkan Customer Experience untuk Garap Besarnya Gap Pasar Syariah
Pada periode yang sama, portofolio pembiayaan berkelanjutan di BSI mencapai Rp77,06 triliun atau menyumbang sekitar 23 persen dari pembiayaan secara keseluruhan.
Bob menilai pembiayaan berkelanjutan menjadi instrumen penting untuk mendorong investasi pada sektor-sektor yang mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat peran industri keuangan syariah.
“Melalui penguatan portofolio pembiayaan berkelanjutan, BSI optimistis dapat terus menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkualitas sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, lingkungan, dan masyarakat,” imbuhnya.
Menurutnya, strategi tersebut mencerminkan komitmen BSI untuk tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sejalan dengan prinsip syariah serta agenda pembangunan hijau Indonesia.
Fokus pada UMKM dan Transisi Energi
Adapun BSI menyalurkan pembiayaan berkelanjutan ke berbagai sektor strategis, antara lain usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan berkelanjutan, serta produk yang mendukung efisiensi penggunaan sumber daya dan ramah lingkungan (eco-efficient).
Baca juga: Begini Strategi BSI Bidik Ekspansi Payroll BPJS Ketenagakerjaan
Selain itu, pembiayaan juga diarahkan ke sektor energi terbarukan, kendaraan ramah lingkungan, serta berbagai kegiatan usaha yang mendukung transisi energi dan pembangunan ekonomi rendah karbon di Indonesia. (*)
Editor: Yulian Saputra


