Poin Penting
- IHSG turun 0,13% ke level 7.368 pada pembukaan perdagangan.
- Outflow asing capai Rp978 miliar, total YTD Rp40,80 triliun.
- Sentimen global dan kenaikan harga minyak tekan pergerakan pasar.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 7.368,88 dari posisi 7.378,60 atau turun 0,13 persen pada pembukaan perdagangan Jumat (24/4) pagi.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 793,68 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan 74 ribu kali. Total nilai transaksi mencapai Rp468,27 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 194 saham terkoreksi, 230 saham menguat dan 240 saham stagnan.
Baca juga: IHSG Ditutup Lanjut Koreksi 2 Persen Lebih pada Level 7.378
Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi akan bergerak variatif di rentang level 7.300-7.500.
“Pada perdagangan kemarin (23/4), IHSG ditutup melemah 2,16 persen atau minus 163 poin ke level 7.378. IHSG hari ini (24/4) diprediksi bervariasi dalam kisaran 7.300-7.500,” kata Ratih dalam risetnya di Jakarta, Jumat, 24 April 2026.
Ia menilai pergerakan IHSG hari ini bakal dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri, terutama koreksi IHSG yang didominasi saham Blue Chip, dan arus keluar dana asing sebesar Rp978 miliar. Secara year to date (ytd), outflow tercatat mencapai Rp40,80 triliun per 23 April 2026.
Selain itu, kenaikan harga minyak mentah turut menekan nilai tukar rupiah serta mendorong keluarnya dana asing dari instrumen portofolio
Baca juga: IHSG Berpotensi Lanjut Melemah, Ini Sentimennya
Di sisi lain, BEI melakukan penyesuaian metodologi indeks IDX30, LQ45, dan IDX 80, dengan kriteria baru yang mencakup aspek likuiditas dan free float.
Saham dengan konsentrasi tinggi (HSC), seperti BREN dan DSSA, berpotensi mengalami penurunan bobot bahkan dikeluarkan dari indeks.
Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan daya tarik investasi (investability) indeks di Indonesia dan mulai berlaku pada evaluasi mayor April 2026 yang efektif pada Mei 2026. Evaluasi mayor dilakukan empat kali dalam setahun.
Sentimen Global: Wall Street dan Harga Minyak
Adapun dari Mancanegara, Bursa Wall Street, ditutup melemah meski sempat menguat di awal sesi. Indeks Nasdaq turun 0,89 persen dan S&P 500 melemah 0,41 persen (24/4).
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon menyetujui perpanjangan gencatan senjata selama tiga pekan, setelah sebelumnya berlangsung 10 hari.
Baca juga: IHSG Diproyeksi ke 7.500 di Akhir 2026, Capital Outflow Masih Membayangi
Sementara itu, harga minyak Brent secara intraday naik 1,08 persen ke USD106,2 per barel. Kenaikan harga energi membuat bursa Asia Pasifik bergerak terbatas dan cenderung melemah, dengan indeks KOSPI turun 0,35 persen (24/4). (*)
Editor: Yulian Saputra








