Poin Penting
- Ekonomi kreatif menyumbang Rp1.757,87 triliun terhadap PDB nasional pada 2025.
- Sebanyak 1.173 siswa membangun 45 perusahaan dengan omzet kolektif lebih dari Rp483 juta.
- Program Student Company membekali siswa pengalaman membangun bisnis sejak di bangku sekolah.
Jakarta – Pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan Statistik Ekonomi Kreatif 2025, sektor ini menyumbang Rp1.757,87 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Angka ini tumbuh 6,86 persen, atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,11 persen. Sektor ini juga menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja, mempertegas perannya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional.
Seiring dengan meningkatnya kontribusi ekonomi kreatif, berbagai upaya dilakukan untuk menyiapkan generasi muda agar mampu menjadi pelaku usaha kreatif di masa depan. Salah satunya melalui program Student Company yang digagas Prestasi Junior Indonesia (PJI).
Melalui program tersebut, sebanyak 1.173 siswa SMA dan SMK dari 45 sekolah di berbagai daerah berhasil membangun 45 perusahaan siswa (student companies) dengan total pendapatan kolektif mencapai lebih dari Rp483 juta.
Program ini dijalankan melalui Zurich Entrepreneurship Program (ZEP) dan Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program (SCYEP) dengan dukungan Zurich Indonesia, Z Zurich Foundation, Starbucks Indonesia, dan The Starbucks Foundation.
Baca juga: Sira Village Grand Outlet Bali Resmi Dibuka, Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Daerah
Ketua Pengurus Prestasi Junior Indonesia, Pribadi Setiyanto, mengatakan pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya bergantung pada ide-ide kreatif, tetapi juga pada kemampuan generasi muda mengubah kreativitas menjadi inovasi yang bernilai ekonomi.
“Indonesia tidak kekurangan generasi muda kreatif. Tantangannya adalah menghadirkan lebih banyak generasi yang mampu mengubah kreativitas menjadi inovasi, inovasi menjadi produk, dan produk menjadi nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Pribadi, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Menurutnya, Student Company dirancang bukan sekadar simulasi bisnis, melainkan wadah pembelajaran yang mempertemukan dunia pendidikan, pelaku usaha, dan mentor profesional agar siswa memperoleh pengalaman langsung membangun perusahaan.
Siswa Bangun Bisnis Berbasis Ekonomi Sirkular
Dalam kompetisi PJI Company of the Year 2026, sembilan perusahaan siswa terbaik menampilkan berbagai inovasi bisnis yang berangkat dari persoalan di lingkungan sekitar.
Beragam produk yang dipamerkan memanfaatkan material lokal dan mengusung prinsip ekonomi sirkular, seperti bioleather berbahan pelepah pisang, perlengkapan rumah tangga dari serat daun nanas, hingga produk berbasis tempurung kelapa, plastik daur ulang, dan material alami lainnya.
Baca juga: BRIN Ungkap Parfum Mewah Impor Gunakan Kemenyan asal Indonesia
Para peserta tidak hanya mengembangkan produk, tetapi juga menjalankan seluruh proses bisnis, mulai dari riset pasar, membangun merek, menyusun strategi pemasaran, mengelola keuangan, hingga mempresentasikan usahanya kepada pelanggan dan investor.
Pemerintah Dorong Lahirnya Entrepreneur Muda
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak pelaku usaha yang mampu menciptakan inovasi berbasis kreativitas.
Menurut dia, menjadi entrepreneur bukan hanya mendirikan perusahaan, tetapi juga membangun karakter, ketangguhan, dan kemampuan beradaptasi menghadapi tantangan.
“Program seperti Student Company menjadi tempat belajar yang sangat baik bagi generasi muda untuk mencoba, berkolaborasi, menerima masukan, bahkan mengalami kegagalan saat masih muda. Dari proses itulah mereka belajar untuk bangkit dan terus berkembang,” ujar Irene, dalam keterangannya, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Dunia Usaha Perkuat Ekosistem Kewirausahaan
Country Manager Zurich Indonesia sekaligus Presiden Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, Edhi Tjahja Negara, mengatakan pengalaman langsung menjadi faktor penting dalam membangun wirausaha muda yang tangguh.
Melalui Zurich Entrepreneurship Program, peserta memperoleh pendampingan dari para profesional melalui pendekatan skill-based volunteering sehingga memahami bagaimana sebuah bisnis dirancang, dikembangkan, hingga mampu bertahan di tengah perubahan.
“Kami ingin memberikan pengalaman nyata, jejaring, dan keahlian praktis agar para siswa lebih siap menghadapi tantangan dunia usaha sekaligus menciptakan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Edhi.
Hal senada disampaikan Senior General Manager Corporate Communications PT Sari Coffee Indonesia (Starbucks Indonesia), Avolina Raharjanti. Menurut dia, kreativitas akan memiliki nilai ketika mampu menjawab kebutuhan konsumen.
“Ketika kreativitas dipadukan dengan empati, pengalaman, dan keberanian mencoba, generasi muda akan mampu membangun produk yang relevan sekaligus memiliki daya saing di pasar,” tandasnya. (*)


