Poin Penting
- BRIN mengungkap parfum impor bernilai tinggi menggunakan kemenyan asal Indonesia.
- Kemenyan Indonesia memiliki senyawa unggul yang berpotensi bersaing global.
- BRIN mendorong hilirisasi dan keterlibatan UMKM dalam industri parfum berbasis kemenyan.
Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap fakta tentang kemenyan Indonesia. Bahan yang lama dianggap mistis ternyata dipakai industri parfum impor bernilai tinggi.
Temuan itu membuka ironi besar bagi Indonesia. Negara ini masih mengekspor resin mentah, lalu mengimpor produk jadi mahal.
Peneliti Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Aswandi, menjelaskan minyak asiri kemenyan memiliki karakter amber yang tegas dan elegan. Aroma tersebut berbeda jauh dari kesan menyeramkan yang melekat di masyarakat.
Baca juga: Prabowo Soroti Kebocoran Kekayaan RI, Nilainya Disebut Ratusan Miliar USD per Tahun
BRIN Hapus Mitos Kemenyan
Aswandi menegaskan aroma minyak kemenyan hasil ekstraksi tidak sama dengan kemenyan yang dibakar. Wangi yang dihasilkan lebih halus dan cocok untuk parfum premium.
“Bahkan seandainya kalau kita datang ke hutan kemenyan sendiri, tidak ada aroma yang ‘menakutkan’ itu. Tidak ada,” kata Aswandi dalam siniar BRIN yang dikutip di Jakarta, dikutip Antara, Jumat (31/7/2026).
BRIN menggunakan minyak kemenyan murni sebagai dasar aroma parfum. Minyak itu dipadukan dengan nilam, kenanga, melati, dan ekstrak jeruk.
Perpaduan tersebut membentuk aroma yang mewah dan menyegarkan. Formulasi ini diarahkan untuk pasar parfum kelas dunia.
Ekspor Resin Kemenyan ke 60 Negara hingga 6.000 Ton
Aswandi menyebut kandungan fitokimia kemenyan Indonesia sangat unik. Keunggulan itu tidak ditemukan pada spesies dari negara lain.
Senyawa cinnamein, benzyl benzoate, dan vanillin tersedia melimpah. Kandungan ini membuat kemenyan Indonesia berpotensi besar menguasai pasar global.
Namun, Indonesia masih mengekspor bahan mentah (raw) resin kemenyan ke sekitar 60 negara. Volume ekspornya mencapai 5.000–6.000 ton per tahun.
Ironisnya, masyarakat kemudian mengimpor kembali parfum dan kosmetik bernilai tinggi. Produk tersebut menggunakan kemenyan asal Indonesia sebagai bahan baku.
Baca juga: Deretan Pejabat Sektor Keuangan yang Mundur di Era Prabowo
BRIN Dorong Hilirisasi dan UMKM
Selain untuk wewangian, inovasi berbasis kemenyan memiliki manfaat aroma terapi. Efeknya membantu menenangkan pikiran dan meningkatkan fokus.
Aswandi juga menyebut potensi membantu regenerasi kulit wajah. Nilai tambah ini memperluas peluang industri kosmetik nasional.
BRIN membuka kolaborasi bagi UMKM di seluruh Indonesia. Lembaga itu menawarkan akses teknologi purifikasi dan paten pengolahan kemenyan.
“Di pekarangan kita punya nilam misalnya, di pekarangan kita punya serai wangi, ada kemenyan, kenapa enggak kita bikin sendiri saja, parfumnya? Kita bikin sendiri saja, aroma terapinya. Jadi selain kita mengurangi ketergantungan terhadap impor, kita juga punya ekonomi kreatif,” tutur Aswandi.
Langkah ini dinilai penting untuk menekan dominasi parfum sintetik impor. BRIN melihat kemenyan sebagai peluang strategis bagi ekonomi kreatif dan industri parfum nasional.
Temuan BRIN mengubah cara pandang terhadap kemenyan Indonesia. Dari bahan mentah bernilai rendah, kemenyan kini diposisikan sebagai komponen penting parfum premium dunia. (*)
Editor: Yulian Saputra


