Poin Penting
- BTN menjadi penyalur terbesar KPR FLPP dengan 30.203 debitur mengikuti akad massal yang digelar BP Tapera dan Kementerian PKP.
- BTN telah menyalurkan 55.766 unit KPR FLPP, tertinggi di antara bank-bank Himbara hingga 29 Juli 2026.
- BTN juga memperkuat pembiayaan pengembang melalui Kredit Program Perumahan (KPP) yang telah mencapai Rp4,39 triliun.
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menjadi bank dengan jumlah debitur terbesar dalam Akad Massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang digelar Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).
Sebanyak 30.203 debitur BTN mengikuti akad secara langsung maupun daring dari berbagai daerah di Indonesia. Jumlah tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan bank penyalur lainnya dalam agenda akad massal KPR FLPP tersebut.
Mengacu pada data BP Tapera, akad massal kali ini melibatkan 62.710 debitur KPR Sejahtera FLPP, terdiri atas 200 debitur yang hadir langsung dan 62.510 debitur yang mengikuti secara daring. Akad dilaksanakan secara serentak di sekitar 130 titik yang tersebar di 372 kabupaten dan kota di 36 provinsi.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam ekosistem pembiayaan perumahan nasional, termasuk dukungan Danantara Indonesia.
“Pencapaian BTN sebagai penyalur terbesar dalam akad massal ini merupakan hasil kerja bersama. Dukungan Danantara Indonesia dalam memperkuat kolaborasi ekosistem perumahan nasional membuat sinergi antara pemerintah, BP Tapera, perbankan, pengembang, dan seluruh pelaku industri semakin solid,” ujar Nixon.
Baca juga: Bos BTN Kasih Bocoran Agenda RUPSLB Awal September 2026, Apa Saja?
Menurutnya, sinergi tersebut memperluas kapasitas BTN dalam menyediakan pembiayaan rumah yang lebih mudah diakses masyarakat. Ia menilai tingginya jumlah debitur BTN dalam akad massal mencerminkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.
“Keikutsertaan 30.203 debitur BTN menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap rumah yang layak dan terjangkau. Kami akan terus mempercepat layanan, memperluas akses pembiayaan, dan menjaga kualitas penyaluran agar semakin banyak keluarga Indonesia dapat memiliki rumah pertama,” katanya.
Salurkan 55.766 Unit KPR FLPP
Realisasi penyaluran rumah subsidi melalui skema FLPP terus meningkat. Berdasarkan data BP Tapera hingga 29 Juli 2026, penyaluran FLPP telah mencapai 118.756 unit rumah dengan nilai pembiayaan sekitar Rp14,76 triliun melalui 43 bank penyalur.
Baca juga: Laba BTN Tumbuh 40,8 Persen Jadi Rp2,4 Triliun di Semester I 2026
Sementara itu, berdasarkan data Kementerian PKP per 29 Juli 2026, BTN telah menyalurkan 55.766 unit KPR FLPP, tertinggi di antara bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Adapun PT Bank Syariah Nasional (BSN) telah menyalurkan 28.282 unit rumah subsidi. Secara keseluruhan, BTN dan BSN menyalurkan 84.048 unit rumah melalui skema pembiayaan konvensional maupun syariah.
Perkuat Pembiayaan Pengembang Perumahan
Selain menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat melalui KPR subsidi, BTN juga memperkuat pembiayaan bagi pengembang melalui Kredit Program Perumahan (KPP).
Data Kementerian PKP menunjukkan realisasi KPP BTN hingga 29 Juli 2026 mencapai sekitar Rp4,39 triliun. Dana tersebut digunakan untuk mendukung pembiayaan pengembang, kontraktor, toko bahan bangunan, dan pelaku usaha lain dalam rantai pasok sektor perumahan.
“Melalui KPR, BTN membantu masyarakat memiliki rumah. Melalui KPP, kami membantu pengembang dan pelaku usaha meningkatkan pasokan hunian. Dukungan Danantara memperkuat sinergi tersebut sehingga pembangunan ekosistem perumahan dapat berjalan lebih terintegrasi,” tandasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


