Poin Penting
- DPK perbankan pada Mei 2026 tumbuh 10,8 persen (yoy) menjadi Rp9.698,7 triliun, didorong percepatan pertumbuhan giro, tabungan, serta simpanan korporasi dan perorangan
- BI mencatat pertumbuhan kredit perbankan meningkat menjadi 10,8 persen (yoy) pada Mei 2026. Kenaikan terutama ditopang kredit korporasi, Kredit Investasi, dan Kredit Modal Kerja
- Likuiditas dan penyaluran kredit perbankan sama-sama menguat pada Mei 2026. DPK naik 10,8 persen (yoy) menjadi Rp9.698,7 triliun.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan pada Mei 2026 tercatat sebesar Rp9.698,7 triliun atau tumbuh 10,8 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya sebesar 9,5 persen (yoy).
Hasil analisis perkembangan uang beredar (M2) yang diterbitkan BI menyebutkan, peningkatan DPK tersebut didorong oleh pertumbuhan giro dan tabungan pada Mei 2026 sebesar 20,4 persen (yoy) dan 10,2 persen (yoy) dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh masing-masing 15,9 persen (yoy) dan 8,9 persen (yoy).
Sementara itu, simpanan berjangka tumbuh sebesar 3,5 persen (yoy) setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 4,6 persen (yoy).
Baca juga: Krom Bank Tembus 1 Juta Rekening, DPK Lampaui Rp10,86 Triliun
Berdasarkan golongan nasabah, perkembangan DPK dipengaruhi oleh pertumbuhan DPK korporasi dan perorangan yang tumbuh masing-masing sebesar 18,6 persen (yoy) dan 3,5 persen (yoy). Ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 16,2 persen (yoy) dan 3,0 persen (yoy).
Sementara itu, DPK lainnya tumbuh sebesar 3,5 persen (yoy) melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 4,0 persen (yoy).
Realisasi Kredit Mei 2026
Selain itu, pertumbuhan kredit yang disalurkan oleh perbankan pada Mei 2026 meningkat. Penyaluran kredit pada Mei 2026 tercatat sebesar Rp8.759,0 triliun atau tumbuh 10,8 persen (yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada April 2026 yang sebesar 9,4 persen (yoy).
Peningkatan penyaluran kredit terutama didorong oleh penyaluran kredit kepada debitur korporasi yang tumbuh 17,2 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 14,5 persen (yoy).
Sementara itu, penyaluran kredit kepada debitur perorangan tumbuh relatif stabil sebesar 3,4 persen (yoy), sedangkan debitur lainnya terkontraksi sebesar 10,3 persen (yoy).
Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Modal Kerja (KMK) pada Mei 2026 tumbuh 7,9 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 5,8 persen (yoy).
Pertumbuhan KMK pada Mei 2026 terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan penyaluran kredit pada sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengolahan dan sejenisnya.
Pertumbuhan Kredit Investasi (KI) pada Mei 2026 meningkat menjadi sebesar 20,5 persen (yoy), dari bulan sebelumnya yang tumbuh 18,4 persen (yoy).
Baca juga: Strategi Bank Jaga Pertumbuhan Kredit Saat BI Rate Naik Jadi 5,50 Persen
Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan pada sektor keuangan, real estat, dan jasa perusahaan serta sektor pengangkutan dan komunikasi.
Selanjutnya, Kredit Konsumsi (KK) pada Mei 2026 tumbuh sebesar 5,8 persen (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada April 2026 sebesar 6,0 persen (yoy).
Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh perkembangan kredit kepemilikan rumah, kredit kendaraan bermotor, kredit multiguna yang tumbuh masing-masing sebesar 4,6 persen (yoy), 9,4 persen (yoy), dan 8,2 persen persen (yoy). (*)
Editor: Galih Pratama


