Poin Penting
- HOKI mencatat pendapatan Rp536 miliar pada kuartal I 2026, naik 46,7 persen didorong penjualan beras
- Pendapatan HOKI melonjak, namun laba kotor turun 25,5 persen akibat tingginya harga gabah
- HOKI tetap optimistis tumbuh lewat inovasi produk FMCG dan penguatan distribusi nasional.
Jakarta – Emiten beras, PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp536 miliar pada kuartal I 2026, meningkat 46,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp365 miliar.
Corporate Secretary HOKI, Victor Lanes, mengatakan, pertumbuhan pendapatan tersebut terutama ditopang oleh kuatnya volume penjualan segmen beras selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026.
Meski pendapatan meningkat signifikan, laba kotor perseroan justru turun 25,5 persen menjadi Rp8 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp10 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
“Profitabilitas masih berada dalam tekanan karena tingginya harga gabah yang terus menekan margin di seluruh industri. Akibatnya laba kotor turun 25,5 persen di Q1 menjadi Rp8 miliar,” katanya dalam Paparan Publik 2026, Selasa, 23 Juni 2026.
Baca juga: Emiten Produsen Beras HOKI Raih Penjualan Rp365,3 Miliar di Kuartal I-2025
Alhasil, margin laba kotor juga mengalami penurunan dari 2,8 persen pada kuartal I 2025 menjadi 1,4 persen pada kuartal I 2026.
Adapun total aset pada kuartal I 2026 tercatat Rp936,8 miliar, dengan total liabilitas senilai Rp366,4 miliar, dan total ekuitas Rp570,3 miliar. Sedangkan rasio pengeluaran Perseroan tetap relatif sehat, dengan rasio lancar sebesar 1,71x dan Debt to Equity Ratio atau DER sebesar 0,58x.
Baca juga: Rahasia Bluebird (BIRD) Cetak Pendapatan Tertinggi sejak IPO, Strategi 3M jadi Kunci
Optimistis Tetap Tumbuh
Tahun ini, HOKI meyakini masih banyak ruang pertumbuhan dan penguatan kinerja dari sisi pengembangan produk FMCG, melalui inovasi produk berbasis kebutuhan konsumen, seperti produk baru Hoki Gohan dan Topikoki Royal.
“HOKI akan meningkatkan penguatan jaringan distribusi nasional, memperbaharui teknologi dan bisnis digital, serta mengembangkan praktik-praktik berkelanjutan bersama mitra-mitra petani lokal,” tutup Victor (*)
Editor: Galih Pratama


