Poin Penting
- BNI membukukan laba bersih bank only Rp9,05 triliun hingga Mei 2026, naik 7,06 persen secara tahunan
- Kredit BNI tumbuh 24,55 persen menjadi Rp940,88 triliun, melampaui pertumbuhan kredit nasional sebesar 11,51 persen
- DPK BNI melonjak 33,15 persen menjadi Rp1.063,9 triliun, mendorong total aset naik 25,10 persen menjadi Rp1.365,4 triliun.
Jakarta – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) membukukan laba bersih secara bank only sebesar Rp9,05 triliun hingga Mei 2026. Angka ini tumbuh 7,06 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode sama tahun lalu yang senilai Rp8,45 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan bulanan yang dipublikasikan, penyaluran kredit BNI tumbuh 24,55 persen atau Rp940,88 triliun, dibandingkan Mei 2025 yang sebesar Rp755,44 triliun. Pertumbuhan ini pun melampaui dari rata-rata kredit secara nasional yang tumbuh 11,51 persen per Mei 2026.
Dari capaian tersebut, BNI mengantongi pendapatan bunga sebesar Rp31,16 triliun, naik 15,56 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp26,97 triliun.
Baca juga: BI Rate Naik, BNI Pastikan Intermediasi ke Sektor Riil Tetap Berjalan
Beban bunga BNI juga terpantau naik. Hingga Mei 2026 beban bunga BNI mencapai Rp13,04 triliun, meningkat 16,08 persen yoy dari tahun sebelumnya sebesar Rp11,23 triliun.
Meski begitu, pendapatan bunga bersih yang diperoleh BNI tetap tumbuh 15,18 persen yoy menjadi Rp18,12 triliun, dibandingkan Mei 2025 yang senilai Rp15,73 triliun.
Dari sisi funding, BNI mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 33,15 persen menjadi Rp1.063,919 triliun pada Mei 2026 dari Rp799,02 triliun pada Mei 2025.
Baca juga: Rejeki wondr BNI 2026 Kembali Hadir, Nasabah Berkesempatan Menangkan Mercedes-Benz GLC 300 hingga Logam Mulia
Jika dirinci, pertumbuhan DPK tersebut didorong oleh peningkatan giro yang 37,64 naik persen yoy menjadi Rp439,943 triliun dan tabungan tumbuh 13,20 persen yoy menjadi Rp286,867 triliun. Selanjutnya, deposito juga melonjak naik 49,19 persen yoy menjadi Rp337,109 triliun.
Pertumbuhan DPK dan kredit turut mendongkrak total aset BNI mencapai Rp1.365,364 triliun pada Mei 2026. Aset ini meningkat 25,10 persen dari tahun 2025 pada periode sama yang sebesar Rp1.091,452 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama


