Poin Penting
- DPK perbankan April 2026 tumbuh 9,5 persen yoy menjadi Rp9.567,7 triliun, melambat dari bulan sebelumnya akibat perlambatan giro
- Pertumbuhan DPK ditopang segmen korporasi yang tumbuh 16,3 persen yoy, sementara tabungan dan deposito tetap meningkat
- Kredit perbankan naik 9,4 persen yoy menjadi Rp8.606,6 triliun, didorong kredit korporasi, modal kerja, dan investasi.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada April 2026 tercatat sebesar Rp9.567,7 triliun atau tumbuh 9,5 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih rendah dibanding bulan sebelumnya sebesar 10,7 persen yoy.
Berdasarkan data Analisis Perkembangan Uang Beredar (M2), perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan giro pada April 2026 sebesar 15,9 persen yoy dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 21,2 persen yoy.
Sementara itu, tabungan dan simpanan berjangka meningkat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya masing-masing sebesar 8,9 persen yoy dan 4,6 persen yoy.
Baca juga: OJK Cermati DPK Valas di Tengah Menguatnya Dolar AS
Berdasarkan golongan nasabah, perkembangan DPK dipengaruhi oleh pertumbuhan DPK korporasi dan nasabah lainnya yang tumbuh masing-masing sebesar 16,3 persen yoy dan 4,0 persen yoy, dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 18,8 persen yoy dan 10,6 persen yoy.
Kredit Perbankan Tumbuh
Di sisi lain, pertumbuhan kredit yang disalurkan oleh perbankan meningkat. Pada April 2026 penyaluran kredit tercatat sebesar Rp8.606,6 triliun atau tumbuh sebesar 9,4 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 8,9 persen yoy.
Peningkatan penyaluran kredit terutama didorong oleh penyaluran kredit kepada debitur korporasi dan perorangan yang tumbuh masing-masing sebesar 14,5 persen yoy dan 3,4 persen yoy. Ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 13,9 persen yoy dan 3,0 persen yoy.
Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Modal Kerja (KMK) pada April 2026 tumbuh sebesar 5,8 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 4,0 persen yoy.
Pertumbuhan KMK pada April 2026 terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan penyaluran kredit pada sektor Industri Pengolahan dan sejenisnya, serta sektor Keuangan, Real Estat, dan Jasa Perusahaan.
Kemudian, pertumbuhan Kredit Investasi (Kl) pada April 2026 tetap tinggi sebesar 18,4 persen yoy, melanjutkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 20,1 persen yoy.
Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan pada sektor konstruksi serta sektor pengangkutan dan komunikasi.
Baca juga: OJK Proyeksikan DPK Rumah Tangga 2026 Tumbuh Moderat
Selanjutnya, Kredit Konsumsi (KK) pada April 2026 tumbuh sebesar 6,0 persen yoy, meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 5,8 persen yoy.
Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh perkembangan kredit kepemilikan rumah dan kredit multiguna yang mengalami ekspansi masing-masing sebesar 4,8 persen yoy dan 8,5 persen yoy. Ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 4,5 persen yoy dan 8,3 persen yoy.
Selain itu, kredit kendaraan bermotor mengalami kontraksi sebesar 9,0 persen yoy dibandingkan bulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 8,9 persen yoy. (*)
Editor: Galih Pratama


