Poin penting:
- Danantara akan terlibat pembangunan jaringan kereta di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
- Total kebutuhan investasi proyek perkeretaapian nasional mencapai sekitar Rp1.200 triliun hingga 2045.
- Pemerintah menyiapkan pembangunan baru dan reaktivasi rel sepanjang sekitar 14.000 kilometer di luar Jawa.
Jakarta – Pemerintah membuka jalan bagi Danantara masuk proyek jaringan kereta api nasional senilai Rp1.200 triliun. Fokus awal diarahkan pada pembangunan rel di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
Keterlibatan itu disampaikan Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Proyek tersebut masuk agenda besar konektivitas nasional menuju Indonesia 2045.
Asisten Deputi Pengembangan Konektivitas Antar Wilayah Kemenko IPK, Djoko Hartoyo, memastikan partisipasi Danantara. “(Danantara) akan terlibat,” ujarnya, seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Rabu (5/8).
Baca juga: Danantara Masuk KSSK Dinilai Langgar UU, Pengamat Wanti-Wanti Kepercayaan Investor
Danantara Didorong Masuk Proyek Rel Luar Jawa
Danantara akan masuk pengembangan jaringan kereta di luar Pulau Jawa. Pemerintah berharap proyek strategis itu segera memasuki tahap groundbreaking.
Pembangunan rel baru dipandang mendesak untuk memperkuat konektivitas antardaerah. Kebutuhan terbesar berada di wilayah yang selama ini tertinggal infrastruktur perkeretaapian.
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyebut kebutuhan investasi mencapai Rp1.200 triliun. Angka itu dihitung bertahap hingga 2045.
Pembangunan dan Reaktivasi 14.000 Kilometer Rel
Danantara akan terhubung dengan program pembangunan baru dan reaktivasi jaringan rel. Total panjang rel yang disiapkan sekitar 14.000 kilometer di luar Jawa.
Pemerintah menilai proyek ini membutuhkan pembiayaan jangka panjang. Sumber pendanaan akan disusun secara berkelanjutan.
AHY memperkirakan kebutuhan investasi tahunan sekitar Rp60-65 triliun. Perhitungan itu menggunakan horizon pembangunan sekitar 20 tahun.
“Hitungan ini belumlah final,” kata AHY. “Kita masih akan menyempurnakan.”
Baca juga: Danantara Siapkan Peta Jalan 5 Tahun untuk Transformasi Besar BUMN
Danantara masuk ketika kebutuhan jaringan rel luar Jawa masih sangat besar. Kesenjangan infrastruktur antarwilayah masih lebar.
Di Sumatra, jalur kereta baru sekitar 1.871 kilometer. Tambahan sekitar 7.837 kilometer masih dibutuhkan.
Kalimantan belum memiliki jaringan rel operasional. Kebutuhan minimal pembangunannya diperkirakan 2.772 kilometer.
Sulawesi baru memiliki sekitar 109 kilometer jalur kereta. Tambahan sekitar 3.284 kilometer masih diperlukan.
AHY menegaskan proyek kereta tidak bisa dibangun sekaligus. Pemerintah akan menjalankannya bertahap dengan prioritas quick wins sebagai langkah awal.
Keterlibatan Danantara menandai perluasan peran pembiayaan negara pada proyek strategis jangka panjang. Pemerintah kini menyiapkan fondasi pendanaan sebelum proyek rel raksasa itu mulai dikerjakan. (*)
Editor: Yulian Saputra


