Poin Penting
- Pendapatan 30 korporasi terbesar dunia mencapai USD10,5 triliun pada 2026, dengan Amerika Utara mendominasi lebih dari 60 persen atau USD6,3 triliun
- Amazon dan Walmart memimpin pendapatan global, masing-masing USD717 miliar dan USD713 miliar, disusul UnitedHealth Group USD448 miliar dan Apple USD416 miliar
- Asia menjadi kontributor terbesar kedua dengan USD2,9 triliun, ditopang State Grid China USD555 miliar, CNPC USD402 miliar, Sinopec USD364 miliar, serta Toyota USD336 miliar.
Jakarta – Raksasa korporasi dunia mencatatkan rekor pendapatan tahunan baru. Berdasarkan data terbaru Fortune Global 500 yang dirilis oleh Visual Capitalist untuk tahun 2026, total pendapatan gabungan dari 30 perusahaan terbesar di dunia mencapai angka fantastis USD10,5 triliun (sekitar Rp168.000 triliun dengan asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS).
Dari pemetaan regional, wilayah Amerika Utara tampil sangat dominan dengan menyumbangkan USD6,3 triliun atau lebih dari 60 persen dari total pendapatan 30 raksasa dunia tersebut.
Diikuti oleh wilayah Asia sebesar USD2,9 triliun, Eropa sebesar USD884 miliar, serta Timur Tengah yang diwakili raksasa minyak Saudi Aramco dengan nilai USD446 miliar.
Baca juga: Danantara Klaim Pendapatan Melonjak 400 Persen, Prabowo Minta Diaudit
Walmart dan Amazon Pimpin Daftar Global
Dua raksasa ritel dan e-commerce asal Amerika Serikat, Walmart dan Amazon, mengukuhkan posisinya di urutan teratas pendapatan global:
- Amazon: USD717 miliar
- Walmart: USD713 miliar
Perusahaan layanan kesehatan asal AS, UnitedHealth Group, mengekor rapat di peringkat berikutnya dengan pendapatan USD448 miliar, disusul oleh produsen perangkat teknologi Apple sebesar USD416 miliar.
Sektor kesehatan dan keuangan AS juga menyumbangkan angka pendapatan signifikan, seperti McKesson (USD403 miliar), CVS Health (USD402 miliar), Alphabet (Google) (USD403 miliar), Berkshire Hathaway (USD371 miliar), dan ExxonMobil (USD332 miliar)
Selanjutnya, Cencora (USD321 miliar), Microsoft (USD282 miliar), JPMorgan Chase (USD280 miliar), Costco (USD275 miliar), The Cigna Group (USD275 miliar), Cardinal Health (USD223 miliar), NVIDIA (USD216 miliar), dan Meta (USD201 miliar).
Asia Dipimpin China dan Jepang
Di kawasan Asia, korporasi milik negara (State-Owned Enterprises) China mendominasi jajaran teratas:
- State Grid Corporation of China: USD555 miliar
- China National Petroleum Corporation (CNPC): USD402 miliar
- Sinopec: USD364 miliar
- CSCEC (China State Construction): USD290 miliar
- ICBC (Industrial and Commercial Bank of China): USD211 miliar
Sementara itu, pabrikan otomotif terkemuka asal Jepang, Toyota, mencatatkan pendapatan sebesar USD336 miliar.
Sektor teknologi dan perdagangan Asia lainnya diisi oleh Foxconn (Taiwan – USD260 miliar), Trafigura (Singapura – USD240 miliar), dan Samsung (Korea Selatan – USD235 miliar).
Baca juga: Jobstreet: Gen Z Paling Berani Negosiasi Gaji, 83 Persen Berhasil Naikkan Pendapatan
Eropa & Timur Tengah: Otomotif, Energi, dan Komoditas
Kawasan Eropa diwakili oleh raksasa otomotif dan komoditas:
- Volkswagen (Jerman): USD363 Miliar
- Shell (Inggris): USD274 Miliar
- Glencore (Swiss): USD248 Miliar
Di kawasan Timur Tengah, kekuatan utama berada pada raksasa energi Arab Saudi, Saudi Aramco, yang mencetak pendapatan sebesar USD446 miliar.
Pendapatan Korporasi Terbesar per Regional (2026)



