Poin Penting
- Rupiah dibuka menguat 0,16 persen ke level Rp17.695 per dolar AS, dari penutupan sebelumnya Rp17.723 per dolar AS
- Penguatan rupiah didukung penurunan harga minyak mentah dan meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah, termasuk pembahasan koridor maritim sementara di Selat Hormuz
- Lukman Leong memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp17.650-Rp17.750 per dolar AS, sementara pasar juga mencermati uji kelayakan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini Rabu (26/8/2026). Rupiah dibuka pada level Rp17.695 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,16 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp17.723 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS, didukung oleh penurunan harga minyak mentah dunia seiring dengan meningkatnya harapan terhadap kemungkinan perdamaian di Timur Tengah.
Baca juga: Destry Damayanti Jalani Fit and Proper Test Calon Gubernur BI Hari Ini
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS seiring penurunan harga minyak mentah dunia di tengah meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah,” kata Lukman, Rabu, 26 Agustus 2026.
Lebih lanjut, optimisme terhadap kemungkinan deeskalasi konflik di Timur Tengah tersebut menyusul laporan bahwa Iran dan Oman membahas pembentukan “koridor maritim gabungan sementara” di Selat Hormuz.
Di sisi lain, Desty Damayanti, calon tunggal Gubernur Bank Indonesia akan menjalani fit and proper test bersama Komisi XI DPR hari ini.
Baca juga: Destry Damayanti dan Ekspektasi Pasar terhadap Arah BI
Dari sejumlah sentimen tersebut, Lukman memperkirakan rupiah hari akan bergerak di kisaran Rp17.650 hingga Rp17.750 per dolar AS.
“Rupiah akan berada di range Rp17.650 hingga Rp17.750 per dolar AS hari ini,” pungkas Lukman. (*)
Editor: Galih Pratama


