Poin Penting
- Elnusa menerima pengunduran diri Hera Handayani dari posisi Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum yang disampaikan pada 20 Agustus 2026
- Pengunduran diri Hera berlaku efektif setelah mendapat persetujuan RUPS berikutnya, sehingga perubahan susunan direksi masih menunggu keputusan pemegang saham
- Elnusa telah menyampaikan keterbukaan informasi kepada OJK sesuai ketentuan mengenai direksi, komisaris, dan keterbukaan informasi emiten.
Jakarta – PT Elnusa Tbk (ELSA) mengumumkan bahwa salah satu jajaran direksinya, yakni Hera Handayani mundur dari posisi Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Perseroan. Surat pengunduran Hera telah diterima ELSA pada 20 Agustus 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan Elnusa kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Senin, 24 Agustus 2026, pengunduran diri Hera Handayani akan berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) berikutnya.
Baca juga: Komisaris dan Direktur Emiten Anak Usaha Astra Kompak Mengundurkan Diri
“Bersama ini kami informasikan bahwa pada tanggal 20 Agustus 2026 Perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari Ibu Hera Handayani selaku Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Perseroan yang akan berlaku efektif terhitung sejak disetujui Rapat Umum Pemegang Saham berikutnya,” tulis ELSA dalam keterbukaan informasi dikutip 26 Agustus 2026.
Elnusa menyampaikan keterbukaan informasi tersebut dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan OJK Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik serta POJK Nomor 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik.
Baca juga: Ternyata Ini Alasan Garuda Indonesia Berhentikan Sementara Direktur Niaga
ELSA juga merujuk pada ketentuan Peraturan I-E Lampiran Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00015/BEI/01-2021 tentang Kewajiban Penyampaian Informasi serta Anggaran Dasar PT Elnusa Tbk.
Dengan demikian, perubahan susunan jajaran direksi Elnusa terkait pengunduran diri Hera Handayani masih menunggu keputusan pemegang saham melalui RUPS berikutnya. (*)
Editor: Galih Pratama


