Poin Penting
- Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak di rentang 6.450-6.600 pada perdagangan 26 Agustus 2026, dengan indikator teknikal masih relatif positi
- BEI mengevaluasi 14 indeks saham yang hasilnya mulai berlaku 1 September 2026, mencakup sejumlah indeks seperti Investor33, ISSI, JII, hingga IDXMESBUMN
- Target PLTS 100 GWp dalam dua hingga tiga tahun membutuhkan investasi USD73 miliar dan berpotensi menghemat Rp73,9 triliun per tahun.
Jakarta – Phintraco Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak terbatas pada perdagangan hari ini, Rabu (26/8) di rentang 6.450-6.600.
“Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran 6.450-6.600,” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 26 Agustus 2026.
Pada perdagangan Senin (24/8), IHSG ditutup melemah 0,37 persen ke level 6.501,67. Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas MA100.
Sementara itu, histogram MACD stagnan di area positif dan Stochastic RSI mulai mendekati area overbought.
Baca juga: Daftar Saham Penopang IHSG Sepekan: BYAN, BBRI, hingga BBCA
Dari sisi domestik, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan evaluasi berkala terhadap 14 indeks saham pada 24 Agustus 2026.
Hasil evaluasi tersebut mulai berlaku pada 1 September 2026 dengan periode efektif yang berbeda sesuai dengan jenis indeks.
Sejumlah indeks yang mengalami evaluasi antara lain ABX, DBX, MBX, IDXVESTA28, ECONOMIC30, SRI-KEHATI, ESGQKEHATI, ESGSKEHATI, Investor33, ISSI, JII, JII70, IDXSHAGROW, dan IDXMESBUMN.
Selain sentimen pasar saham, perkembangan sektor energi juga menjadi perhatian. Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GWp dalam dua hingga tiga tahun.
Program tersebut diawali dengan pembangunan 14 PLTS di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau dengan total kapasitas 5,3 GWp.
Baca juga: FTSE Russell Depak 29 Saham RI, Ini Daftarnya
Kebutuhan investasi untuk program tersebut diperkirakan mencapai USD73 miliar. Program ini juga berpotensi menghemat Rp73,9 triliun per tahun melalui pemanfaatan PLTS dan penyimpanan energi berbasis baterai.
Jika terealisasi sesuai target, proyek tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap sektor infrastruktur dan konstruksi, penyerapan tenaga kerja, pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil, serta pengembangan sektor energi terbarukan. (*)
Editor: Galih Pratama


