Poin Penting
- IHSG dibuka naik ke 6.509,37, namun kemudian terkoreksi 0,13 persen ke 6.493,52 pada awal perdagangan 26 Agustus 2026
- Sebanyak 538,10 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp346,72 miliar. Tercatat 169 saham melemah, 198 menguat, dan 305 stagnan
- KISI memproyeksikan IHSG masih berpotensi melemah untuk menguji support 6.430. Sementara bursa Wall Street menguat, pelaku pasar global masih menanti data PCE AS.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9:00 WIB (26/8) dibuka meningkat ke level 6.509,37. Namun, setelahnya laju IHSG justru berbalik turun 0,13 persen ke level 6.493,52.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 538,10 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 65 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp346,72 miliar.
Baca juga: IHSG Hari Ini Diprediksi Bergerak di 6.450-6.600
Dari sisi pergerakan saham, tercatat terdapat 169 saham terkoreksi, 198 saham menguat, dan 305 saham tetap tidak berubah.
Sebelumnya, Investment Specialist Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Azharys Hardian, memproyeksikan IHSG pada hari ini akan masih akan berpotensi melemah.
“Secara teknikal, pergerakan IHSG untuk hari ini diproyeksikan masih berpotensi mengalami koreksi kembali guna menguji area support terdekat di level 6.430,” ucapnya dalam riset harian di Jakarta, 26 Agustus 2026.
Investor disarankan untuk tetap cermat mengamati reaksi pasar di sekitar area support tersebut, serta terus memantau dinamika sentimen global sebagai panduan strategi investasi.
Bursa Global
Sementara dari indeks global, indeks utama bursa Wall Street (24/8) ditutup kompak menguat, dipimpin oleh Nasdaq yang naik 0,66 persen, S&P 500 meningkat 0,32 persen, Dow Jones menguat 0,30 persen, dan NYSE Composite naik 0,17 persen.
Baca juga: FTSE Russell Depak 29 Saham RI, Ini Daftarnya
Penguatan bursa AS ditopang oleh sentimen positif atas berlanjutnya diskusi diplomasi antara Iran dan Oman yang dinilai on-track dalam upaya menjaga stabilitas keamanan di Selat Hormuz.
Sementara itu, pergerakan kontrak berjangka (US stock futures) bergerak relatif datar (little changed) pada Rabu pagi seiring sikap wait and see pelaku pasar menantikan rilis data Indeks Harga PCE (Personal Consumption Expenditures) terbaru, yang merupakan indikator inflasi acuan utama Federal Reserve. (*)
Editor: Galih Pratama


