Poin Penting
- Efisiensi BUMN transportasi harus berdampak pada peningkatan kualitas layanan publik.
- Konsolidasi BUMN dinilai perlu tetap menjaga keterjangkauan tarif dan keandalan layanan.
- Transformasi BUMN transportasi mencakup penyederhanaan struktur, digitalisasi, dan optimalisasi aset.
Jakarta – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) transportasi memegang peran penting dalam menjaga konektivitas nasional, mulai dari pelabuhan dan bandara hingga jalan tol.
Karena itu, efisiensi di tingkat perusahaan perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha. Salah satunya melalui peningkatan kualitas layanan serta kelancaran mobilitas orang dan barang.
Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, mengatakan strategi streamlining pada BUMN transportasi relevan karena sejalan dengan fungsi utama BUMN sebagai penyedia layanan publik.
Baca juga: Danantara Merger Empat Asset Management BUMN ke Mandiri MI
Menurutnya, efisiensi korporasi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan jika didukung tata kelola yang kuat dan strategi transformasi yang tepat.
“Streamlining di BUMN pelayanan publik itu menjadi keniscayaan, sebab salah satu fungsi utama BUMN adalah untuk public services. Dengan pola tersebut akan tercipta pelayanan publik yang andal dan tingkat kepuasan publik yang tinggi,” kata Tulus, dalam keterangannya, dikutip Senin, 10 Agustus 2026.
Efisiensi Harus Beri Manfaat ke Masyarakat
Tulus menilai keberhasilan streamlining BUMN tidak hanya tecermin dari kinerja keuangan yang sehat, tetapi juga dari peningkatan manfaat bagi masyarakat.
Indikatornya antara lain peningkatan kepuasan pengguna, percepatan penanganan pengaduan, serta penguatan kinerja keuangan yang berdampak pada kontribusi kepada negara.
Baca juga: Danantara Siapkan Peta Jalan 5 Tahun untuk Transformasi Besar BUMN
Tulus juga menilai konsolidasi BUMN di sektor strategis dapat diterapkan selama tetap memperhatikan kepentingan publik.
Menurutnya, pada sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak, keberadaan BUMN berskala besar dapat menjadi instrumen negara untuk menjaga keterjangkauan tarif, ketersediaan layanan, dan keandalan infrastruktur.
Namun, ia menekankan efisiensi tidak boleh justru menambah beban masyarakat.
“Aspek yang harus dimitigasi adalah efisiensi biaya produksi dari BUMN tersebut, sehingga publik tidak harus menanggung biaya yang tidak seharusnya dibebankan. Dalam jangka menengah, transformasi ini seharusnya dapat mendorong penurunan biaya logistik yang kemudian berdampak pada masyarakat sebagai pengguna akhir,” ucap Tulus.


