Poin Penting
- GOTO dan CPIN resmi keluar dari MSCI Global Standard, dengan CPIN turun kelas ke MSCI Small Cap Index
- Sembilan saham lainnya terdepak dari MSCI Small Cap, dengan perubahan indeks berlaku efektif 1 September 2026
- IHSG melemah 1,13 persen ke 6.301,76, tertekan rebalancing MSCI, aksi profit taking, dan investor yang menanti pidato RAPBN 2027.
Jakarta – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) resmi dikeluarkan dari indeks MSCI Global Standard pada 13 Agustus 2026.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, menilai penghapusan kedua saham tersebut dapat berkaitan dengan sejumlah parameter MSCI, seperti ukuran perusahaan (size), saham free float, likuiditas, investability, maupun parameter metodologi lainnya. Dengan demikian, keputusan tersebut tidak semata-mata mencerminkan fundamental perusahaan.
Sementara itu, saham CPIN mengalami penurunan kelas ke Small Cap Index. Artinya, secara mekanisme, CPIN masih berada dalam cakupan indeks MSCI.
Baca juga: MSCI Masih Pantau RI, November 2026 Jadi Ujian Pasar Modal
“Namun, tetap berpotensi mendapat passive flow dari investor yang mengandalkan benchmark terhadap MSCI Small Cap Index, meskipun secara nominal umumnya jauh lebih kecil dibandingkan Global Standard,” ucap Nafan dalam risetnya di Jakarta, 13 Agustus 2026.
Selain GOTO dan CPIN, terdapat sembilan emiten yang dihapus dari indeks Small Cap MSCI. Kesembilan emiten tersebut yakni PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT MD Entertainment Tbk (FILM), dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).
Kemudian, PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), serta PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI). Berdasarkan ketetapan tersebut, effective date ditetapkan mulai 1 September 2026.
Nafan menyebut, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selanjutnya akan dipengaruhi respons pasar terhadap rilis resmi pengumuman MSCI August 2026 Index Review. Sentimen tersebut menjadi salah satu faktor penahan utama bagi pergerakan indeks.
Meski demikian, koreksi IHSG berpotensi diredam sentimen positif dari melandainya inflasi Amerika Serikat (AS) atau US CPI. Di sisi lain, investor asing mencatatkan Net Foreign Buy sebesar Rp482,79 miliar pada perdagangan 12 Agustus 2026.
Baca juga: Imbas Review MSCI, Mirae Asset Prediksi Outflow hingga Rp1 Triliun
Sebagai informasi, pada perdagangan 13 Agustus 2026, IHSG ditutup masih berada di zona merah pada level 6.301,76. Indeks melemah 1,13 persen dari posisi sebelumnya di level 6.373,84.
Pelemahan IHSG antara lain dipengaruhi keluarnya sejumlah saham dalam rebalancing indeks MSCI Agustus 2026.
Sentimen lainnya berasal dari sikap investor yang menanti pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto terkait RAPBN 2027 pada 14 Agustus 2026, serta aksi profit taking. (*)
Editor: Galih Pratama


