Poin Penting
- BTN menawarkan KPR dengan bunga mulai 2,75 persen dan tenor hingga 30 tahun.
- Pemerintah menyepakati tenor KPR FLPP hingga 40 tahun.
- BTN menilai tenor panjang dapat membuat cicilan lebih terjangkau bagi masyarakat, termasuk generasi muda.
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menawarkan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga mulai 2,75 persen dan tenor hingga 30 tahun dalam Danantara Housing Expo (DHE) 2026.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, skema tersebut diarahkan untuk meringankan angsuran sekaligus meningkatkan keterjangkauan masyarakat dalam memiliki rumah.
“Salah satu yang kita sepakati bersama Danantara dan seluruh Himbara adalah memberikan bunga yang kira-kira mirip bunga promo, mulai 2,75 persen dengan jangka waktu 30 tahun. Jadi, angsurannya bisa sangat murah supaya daya beli masyarakat juga lebih terjangkau,” ujar Nixon, dalam keterangannya, Jumat, 28 Agustus 2026.
Ia menuturkan, selain KPR komersial, BTN terus memperkuat penyaluran KPR subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
BTN juga terus memperkuat penyaluran KPR subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Baca juga: BTN: Tenor FLPP 40 Tahun Buka Akses Kredit Rumah Lebih Luas
Pemerintah melalui Komite Tapera telah menyepakati pengembangan tenor KPR FLPP hingga 40 tahun. BTN saat ini masih menunggu kesiapan implementasi skema tersebut sebelum dapat ditawarkan kepada masyarakat.
Ia menilai, tenor yang lebih panjang berpotensi menekan cicilan dan memperluas kelompok masyarakat yang dapat mengakses KPR. Dengan skema tersebut, Nixon memperkirakan angsuran dapat berada pada kisaran Rp700.000 hingga Rp800.000 per bulan.
“Kalau ini terjadi, angsurannya bisa antara Rp700.000–Rp800.000. Itu murah sekali buat masyarakat yang tadinya masuk kelompok desil 4–5, sehingga bisa ikut membeli rumah ke depannya,” kata Nixon.
Bidik Generasi Muda
Menurut Nixon, upaya meningkatkan keterjangkauan rumah juga perlu disesuaikan dengan perkembangan kemampuan finansial masyarakat.
Baca juga: Transformasi BTN: Dari Mortgage Bank ke Beyond Mortgage
Tenor yang lebih panjang dan beban bunga lebih ringan pada periode awal dapat memberikan ruang bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk memiliki rumah lebih cepat.
“Kita membuat keterjangkauan dulu, supaya orang yang tadinya tidak bankable bisa menjangkau dengan cara memanjangkan tenor kredit. Kemudian bunga dibuat lebih ringan di depan. Nanti penghasilannya naik dan bisa catch up dengan angsuran normalnya. Tapi itu membutuhkan waktu 3, 4, sampai 5 tahun,” jelas Nixon.
Kembangkan Hunian Berbasis TOD
Selain pembiayaan, BTN mendorong pengembangan hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik sebagai alternatif bagi masyarakat perkotaan.
Salah satunya melalui pengembangan Hunian Manggarai bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI). Konsep Transit Oriented Development (TOD) tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menekan biaya mobilitas sekaligus memperoleh hunian yang terkoneksi dengan pusat aktivitas.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menilai, DHE menjadi wadah kolaborasi untuk mempertemukan berbagai unsur ekosistem perumahan.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap hunian, tetapi juga mendorong transaksi, penyerapan rumah, serta memberikan efek berganda bagi perekonomian.
“Danantara Housing Expo bukan hanya sebagai tempat untuk menawarkan rumah, tetapi juga sebagai platform yang menyatukan pembeli rumah, pengembang, bank, dan berbagai pelaku industri dalam satu ekosistem perumahan,” tandasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


