Poin Penting
- Laba BTN naik 39,79 persen yoy menjadi Rp2,51 triliun pada Juli 2026.
- NII BTN tumbuh 5,23 persen menjadi Rp9,70 triliun, didukung penurunan beban bunga 12,08 persen.
- Kredit dan DPK masing-masing tumbuh 11,88 persen dan 13,58 persen menjadi Rp421,66 triliun dan Rp455,27 triliun.
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat laba bersih konsolidasi Rp2,51 triliun, atau naik 39,79 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya senilai Rp1,80 triliun.
Perolehan kinerja tersebut disokong oleh penguatan kinerja intermediasi dan perbaikan pendapatan bunga bersih.
Berdasarkan laporan keuangan bulanan konsolidasi BTN, pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) mencapai Rp9,70 triliun di Juli 2026, atau tumbuh 5,23 persen yoy dibanding tahun lalu Rp9,21 triliun.
Pada saat yang sama, beban bunga turun 12,08 persen yoy menjadi Rp9,45 triliun dibandingkan Rp10,75 triliun pada Juli 2025.
Perbaikan tersebut turut mendorong laba operasional konsolidasi BTN mencapai Rp3,24 triliun, tumbuh 43,12 persen yoy dibandingkan Rp2,26 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: BTN Bakal Kembangkan Hunian Vertikal di Kawasan Transit Jabodetabek
Dari sisi intermediasi, total kredit dan pembiayaan konsolidasi bank pelat merah ini mencapai Rp421,66 triliun di Juli 2026. Angka ini tumbuh 11,88 persen yoy dari Rp376,89 triliun pada Juli 2025.
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi BTN mencapai Rp455,27 triliun, meningkat sekitar 13,58 persen yoy dibandingkan Rp400,83 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
DPK tersebut terdiri atas giro sebesar Rp167,85 triliun, tabungan Rp45,95 triliun, dan deposito Rp241,47 triliun.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan merupakan hasil transformasi yang secara konsisten dibangun perseroan selama lebih dari satu dekade.
Menurutnya, transformasi tersebut membawa BTN dari penguatan posisi sebagai housing specialist menuju fase Beyond Mortgage, dengan membangun ekosistem layanan keuangan yang semakin terintegrasi bagi keluarga Indonesia.
Baca juga: BTN Dorong Gen Z Miliki Hunian Vertikal di Pusat Jakarta
Nixon bilang, penguatan fundamental bisnis tersebut juga memberikan ruang bagi BTN untuk memperbesar manfaat yang dihadirkan kepada masyarakat.
“Bagi BTN, pertumbuhan bisnis dan kontribusi sosial merupakan bagian yang saling melengkapi dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” tutup Nixon. (*)
Editor: Galih Pratama


