Poin Penting
- RUPSLB MUTU International mengangkat Sandiaga Uno sebagai Presiden Komisaris dan Roestiandi Tsamanov sebagai Wakil Presiden Direktur
- MUTU membidik ekonomi hijau melalui penguatan bisnis karbon dan layanan keberlanjutan
- Perseroan mempercepat transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan TICVA.
Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) atau MUTU International menyetujui pengangkatan Sandiaga Uno sebagai presiden komisaris dan Roestiandi Tsamanov sebagai wakil presiden direktur (presdir).
Perubahan jajaran kepemimpinan itu menjadi bagian dari langkah strategis perseroan dalam memperkuat tata kelola sekaligus mengakselerasi ekspansi dan pengembangan bisnis berbasis keberlanjutan.
Kehadiran Sandiaga Uno di dewan komisaris perseroan diharapkan bisa memperkuat perspektif strategis perusahaan, khususnya dalam pengembangan bisnis, investasi, jejaring kemitraan,
serta penciptaan nilai jangka panjang bagi perseroan.
Sementara, pengalaman Roestiandi Tsamanov di bidang teknologi, digitalisasi, entrepreneurship, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) akan memperkuat transformasi bisnis MUTU International, termasuk pengembangan layanan berbasis teknologi
dan inovasi.
Baca juga: MUTU International Dorong Greenomics Jadi Mesin Ekonomi Baru RI
Sandiaga menyakini, MUTU berpeluang besar untuk menjadi salah satu pemain utama dalam ekosistem ekonomi hijau di Indonesia. Ia menilai industri testing, inspection, certification, verification, dan assurance akan semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan dunia usaha terhadap standar keberlanjutan, transparansi, dan kepatuhan.
“Karena itu, kami ingin mendorong MUTU untuk tumbuh lebih cepat, lebih inovatif, dan memiliki daya saing yang semakin kuat, baik di tingkat nasional maupun regional,” kata Sandiaga di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026.
Transformasi ekonomi hijau, lanjutnya, akan membuka peluang bisnis baru bagi perusahaan yang mampu menyediakan layanan pengujian, sertifikasi, validasi, verifikasi, dan assurance yang kredibel.
Ekonomi Hijau bukan hanya sekadar agenda lingkungan, tapi menjadi strategi pertumbuhan ekonomi dan daya saing dunia usaha. MUTU mempunyai posisi strategis untuk mengoptimalkan peluang tersebut.
“Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan perusahaan berjalan seiring dengan penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi
pemegang saham, pelanggan, masyarakat, dan lingkungan,” tegasnya.
Di kesempatan sama, Presiden Direktur MUTU International, Arifin Lambaga, mengungkapkan, penyegaran posisi top management ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mempercepat pertumbuhan dan memperkuat posisi sebagai penyedia jasa testing, inspection, certification, verification and assurance (TICVA).
“Pengalaman mereka di bidang investasi, bisnis, teknologi, dan pengembangan usaha akan menjadi kekuatan baru bagi perusahaan untuk melakukan akselerasi,” ungkapnya.
Ekonomi Hijau Menjadi Fokus Utama
MUTU International melihat perkembangan ekonomi hijau sebagai salah satu peluang pertumbuhan terbesar dalam beberapa tahun mendatang. Maka itu, sektor ekonomi hijau dibidik sebagai salah satu fokus utama perseroan dalam mengembangkan bisnis.
Perusahaan memiliki kompetensi dan pengalaman dalam layanan yang berkaitan dengan keberlanjutan, termasuk validasi dan verifikasi gas rumah kaca. Pengembangan bisnis karbon
menjadi salah satu bagian penting dari strategi MUTU untuk menangkap peluang pertumbuhan dalam ekosistem ekonomi rendah karbon.
Di samping bisnis karbon, MUTU juga akan memperkuat layanan sustainability, environmental testing, certification, verification, assurance, serta layanan yang mendukung kebutuhan industri dalam memenuhi standar keberlanjutan nasional maupun internasional.
Perseroan juga melihat perkembangan ekonomi halal sebagai peluang pertumbuhan, antara lain melalui penguatan kapasitas laboratorium dan layanan pengujian yang mendukung industri halal.
Baca juga: RUPSLB Astra Setujui Buyback Rp8 Triliun dan Program Kepemilikan Saham Manajemen
Di luar itu, aspek transformasi digital dalam proses bisnis dan layanan kepada pelanggan juga menjadi fokus perseroan.
Pemanfaatan teknologi, data, digital traceability, serta inovasi dalam proses pengujian, inspeksi, sertifikasi, dan verifikasi akan terus dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas layanan.
“Kami ingin membangun MUTU sebagai perusahaan TICVA yang tidak hanya kuat secara operasional, tetapi juga unggul dalam teknologi, inovasi, dan kualitas sumber daya manusia. Digitalisasi akan menjadi bagian penting dari perjalanan transformasi perusahaan,” jelas Arifin. (*) Ari Astriawan


