Poin Penting
- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menargetkan 35-45 persen dari 10.000 rumah di Lelang Akbar BTN 2026 terjual
- BTN menawarkan KPR bunga mulai 5 persen dan DP ringan untuk mendorong pembelian rumah lelang dan investasi properti
- Hunian second BTN dijual hingga 40 persen di bawah harga pasar dan dinilai berpotensi mengerek pertumbuhan pasar properti.
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk membidik sekitar 45 persen dari total 10.000 unit rumah yang ludes terjual dalam program Lelang Akbar BTN 2026.
Target tersebut mengacu pada pengalaman perseroan tahun sebelumnya yang sukses melelang rumah sitaan atau rumah second hampir 35 persen unit yang ditawarkan.
“Kita terget 35 persen-45 persen laku terjual. Dan itu sudah cukup luar biasa menggerakkan nilai ekonomi, termasuk juga pemulihan kepada bank. Itu cukup besar,” ujar Benjamin Sihombing, SEVP Asset Management BTN, dalam acara Lelang Akbar BTN 2026, di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Menurutnya, program Lelang Akbar BTN 2026 menjadi momentum dalam menggerakkan kembali pasar properti nasional, khususnya segmen rumah terjangkau.
“Bank BTN satu-satunya bank yang memiliki portofolio dengan harga yang terjangkau. Jadi ini akan memperluas akses masyarakat untuk menjadi investor,” jelasnya.
Baca juga: Bos BTN Beberkan Strategi Perluas KPR bagi Masyarakat Unbankable
Ia bilang, lokasi rumah-rumah yang dilelang masih memiliki nilai jual tinggi di kemudian hari. Bahkan, investor atau calon pembeli bisa mendapatkan potensi kentungan hingga 40 persen, usai melakukan renovasi pada properti tersebut.
Dalam mendukung masyarakat membeli rumah lelang, bank pelat merah ini juga menghadirkan produk KPR BTN Maju dengan bunga mulai 5 persen fixed 5 tahun, uang muka mulai 1 persen, dan tenor hingga 30 tahun.
Benjamin mencontohkan, untuk rumah dengan harga lelang Rp200 juta, peserta lelang hanya perlu menyediakan bujet sekitar Rp10 juta atau sekitar 5 persen dari harga properti.
“Jadi kalau misalnya Rp200 juta itu cuma 10 juta. Anda sudah bisa jadi investor karena dibiayai oleh langsung oleh BTN KPR Maju. Jadi itu yang menarik di dalam investasi ini,” bebernya.
Bidik Generasi Muda
Adapun segmen utama yang dibidik BTN yakni kelompok muda yang telah memiliki penghasilan tetap tetapi belum mampu membeli rumah secara langsung di pasar reguler.
“Kaum pemula atau milenial yang kelompok umur yang kita sebut dia sudah bekerja, sudah punya pendapatan tapi tidak punya kemampuan untuk beli langsung,” imbuhnya.
Dana Jaminan
Sementara itu, Direktur Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Syukriah H.G membeberkan, peserta lelang wajib menyetor dana jaminan sebagai bentuk keseriusan mengikuti lelang.
Dana jaminan tersebut dipastikan akan dikembalikan sebesar 100% jika peserta kalah dalam proses penawaran.
Baca juga: KPR Melambat, OJK: Perbankan Lebih Selektif Salurkan Kredit
“Jadi itu dikembalikan 100 persen. Jadi untuk ikut lelang nggak ada biaya,” tegasnya.
Namun, peserta baru wajib melakukan pelunasan jika ditetapkan sebagai pemenang lelang. Sebaliknya, apabila pemenang tidak melunasi pembayaran dalam waktu lima hari kerja, maka uang jaminan bakal disetor ke kas negara.
Dirinya menegaskan, masyarakat tak akan dikenakan biaya hanya untuk mengikuti proses lelang tersebut.
Kerek Pertumbuhan Properti
Dalam kesempatan yang sama, Property Expert Panangian Simanungkalit mengatakan masuknya hunian lelang ke pasar melalui Lelang Akbar BTN 2026 berpotensi menjadi salah satu pendorong booming properti dalam beberapa tahun ke depan.
“Jangan terlewat kesempatan ini apalagi proses lelang kini semakin mudah. Pasar hunian second memiliki potensi besar untuk tumbuh karena adanya keterbatasan suplai rumah baru dibandingkan peningkatan kebutuhan hunian masyarakat setiap tahun,” ujar Panangian.
Panangian menilai, secondary market dapat menjadi solusi untuk memperluas akses kepemilikan rumah di tengah tingginya backlog perumahan nasional.
Menurutnya, dengan harga kompetitif, lokasi strategis, infrastruktur yang sudah terbentuk, serta dukungan KPR bunga single digit, hunian second menjadi opsi menarik bagi masyarakat untuk memiliki rumah maupun berinvestasi properti
Sebagai informasi, BTN menawarkan 10.000 hunian second ke pasar properti nasional melalui program Lelang Akbar BTN 2026. Di mana, puluhan ribu properti tersebut dijual dengan harga kompetitif mencapai 40 persen di bawah harga pasar.
Adapun, puluhan ribu hunian second tersebut dapat diakses melalui platform Bale Lelang BTN baik melalui Balelelang.btn.co.id atau aplikasi mobile Bale by BTN.
Aset yang ditawarkan mencakup rumah tapak, apartemen, ruko, hingga aset komersial lain. Lokasinya pun beragam mulai dari Jabodetabek, Pulau Jawa, hingga luar Pulau Jawa. (*)
Editor: Galih Pratama


