Poin Penting
- BTN bekerja sama dengan Kemensetneg untuk memperkuat layanan perbankan digital bagi pegawai dan ASN.
- Melalui Bale by BTN, ASN Kemensetneg dapat mengakses layanan transaksi, tabungan, pembiayaan, hingga investasi dalam satu aplikasi.
- Pengguna Bale by BTN tumbuh 67,5 persen secara tahunan hingga kuartal I 2025, diikuti lonjakan nilai transaksi digital.
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menggandeng Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia (Kemensetneg RI) untuk memperkuat kualitas layanan perbankan bagi pegawai dan ASN di lingkungan Kemensetneg.
Direktur Network and Retail Funding BTN, Rully Setiawan mengatakan, institusi besar selalu ditopang oleh sistem yang baik. Menurut dia, Kemensetneg mampu menunjukkan profesionalisme, adaptasi, serta kualitas pelayanan publik yang baik di tengah tuntutan birokrasi yang semakin cepat dan modern.
“Ini tentu menjadi kehormatan bagi BTN dapat menjalin kolaborasi dengan institusi yang menjadi supporting system utama pemerintahan Republik Indonesia,” ujar Rully, Kamis, 14 Mei 2026.
Ia menuturkan, melalui kerja sama tersebut, BTN menghadirkan berbagai layanan jasa perbankan. Mulai dari layanan transaksi, funding, hingga solusi perbankan terintegrasi. Seluruh layanan dirancang agar semakin praktis dan seamless dalam mendukung kebutuhan para pegawai dan ASN Kemensetneg RI.
Baca juga: BTN dan MKP Bangun Standar Baru Ekosistem Wisata Digital Bali
Penguatan layanan digital tersebut didukung dengan Bale by BTN sebagai super apps milik perseroan. Melalui Bale by BTN, para pegawai Kemensetneg nantinya dapat mengakses berbagai layanan dalam satu platform. Seperti menabung, transaksi, pembiayaan rumah, hingga investasi lengkap dalam satu genggaman.
Lonjakan Transaksi Bale by BTN
Sejalan dengan itu, transformasi digital melalui Bale by BTN mencatatkan lonjakan sebesar 67,5 persen year-on-year (YoY) menjadi 4 juta pengguna hingga kuartal I 2025.
Peningkatan jumlah pengguna tersebut juga diikuti pertumbuhan positif rata-rata saldo tabungan sebesar 18 persen YoY. Selain itu, jumlah serta nilai transaksi masing-masing melesat 8,1 persen YoY dan 48,2 persen YoY.
“Karena kami menyadari sebagai consumer bank, kami perlu terus menghadirkan berbagai kemudahan transaksi perbankan untuk mendukung berbagai aktivitas gaya hidup masyarakat,” bebernya.
BTN Perluas Potensi Kerja Sama
Dia menjelaskan, perjalanan BTN sendiri merupakan proses panjang yang penuh transformasi. Berawal dari Postspaarbank pada masa kolonial. BTN hadir dengan semangat membangun budaya menabung di tengah masyarakat Indonesia.
“Pada dasarnya, masa depan yang baik dibangun dari kebiasaan finansial yang sehat,” kata Rully.
Seiring waktu, BTN kemudian dipercaya pemerintah menjadi tulang punggung pembiayaan perumahan nasional melalui KPR. Peran tersebut menjadikan BTN sebagai bagian penting dalam membantu masyarakat Indonesia mewujudkan impian memiliki hunian.
“Jika BTN selama ini dikenal sebagai bank yang membantu masyarakat mewujudkan rumah impian, maka Setneg adalah institusi yang membantu memastikan rumah besar bangsa Indonesia dapat terus berjalan dengan baik,” terang Rully.
Baca juga: Adu Laba BCA, BNI, dan BTN di Kuartal I 2026, Siapa Jawaranya?
Rully berharap kolaborasi tersebut dapat terus berkembang. Tidak hanya dalam penyaluran tunjangan kinerja. Tetapi juga melalui optimalisasi berbagai potensi kerja sama lainnya di bidang transaksi, funding, layanan digital, hingga solusi perbankan terintegrasi.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara (Sesmensetneg) Setya Utama mengatakan, perjanjian kerja sama (PKS) tersebut merupakan tindak lanjut dari inisiasi BTN melalui Program BTN Solusi.
Melalui kerja sama tersebut, BTN akan menyalurkan tunjangan pegawai, uang makan, uang lembur serta penyaluran jasa layanan perbankan lainnya di lingkungan Kemensetneg RI. (*)
Editor: Yulian Saputra


