Poin Penting
- BTN dan MKP bekerja sama mendorong digitalisasi pariwisata Bali lewat sistem ticketing dan layanan keuangan digital terintegrasi
- Bale by BTN akan digunakan untuk pemesanan tiket wisata, pembayaran digital, hingga transaksi wisatawan di Bali
- Kolaborasi BTN-MKP diproyeksikan memperkuat ekosistem wisata digital dengan potensi transaksi mencapai Rp280 miliar per tahun.
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menggandeng PT Mitra Kasih Perkasa (MKP) untuk mendorong digitalisasi sektor pariwisata Bali.
Kerja sama strategis tersebut dilakukan melalui pengembangan sistem ticketing terintegrasi serta layanan keuangan digital di destinasi dan pelabuhan wisata di Bali.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, mengatakan, kerja sama ini menjadi bagian dari strategi BTN dalam memperluas layanan berbasis ekosistem. Khususnya pada sektor pariwisata yang memiliki potensi transaksi tinggi dan melibatkan banyak pelaku usaha lokal.
BTN tidak hanya hadir sebagai penyedia layanan perbankan, tetapi juga menjadi bagian dari keseluruhan perjalanan wisatawan.
Menurut Nixon, penguatan ekosistem wisata digital tersebut juga akan terintegrasi dengan Bale by BTN sebagai super apps milik perseroan.
Melalui Bale by BTN, wisatawan nantinya dapat mengakses berbagai layanan dalam satu platform. Mulai dari pemesanan tiket wisata dan transportasi, pembayaran digital, hingga berbagai kebutuhan transaksi selama berada di destinasi wisata.
“Bale by BTN kami dorong menjadi platform yang tidak hanya melayani kebutuhan perbankan, tetapi juga mendukung lifestyle dan transaction ecosystem masyarakat, termasuk sektor pariwisata,” jelas Nixon dalam acara penandatanganan MoU layanan keuangan digital wisata di Menara 2 BTN, Jakarta, Senin (11/5).
Dalam kolaborasi tersebut, MKP berperan sebagai penyedia sistem ticketing terintegrasi. Sementara itu, BTN menjadi exclusive banking partner yang mendukung transaksi tunai maupun non-tunai. Seluruh proses settlement juga ditempatkan pada rekening BTN untuk memperkuat ekosistem keuangan yang lebih terintegrasi dan efisien.
Baca juga: BTN Mau Dirikan Anak Usaha Asuransi dan Multifinance, Siapkan Dana Segini
BTN juga akan menghadirkan berbagai kanal layanan perbankan di kawasan wisata dan pelabuhan. Di antaranya ATM dan CRM BTN, layanan pembayaran melalui EDC dan QRIS BTN bagi merchant dan UMKM, hingga berbagai layanan transaksi digital lainnya.
Selain itu, BTN memperoleh peran sebagai exclusive branding partner dengan eksposur merek pada berbagai titik interaksi wisatawan. Mulai dari area pelabuhan, ticketing gate, boarding pass, signage kawasan wisata, area tunggu penumpang, hingga fasilitas pendukung lainnya.
“Kemitraan ini merupakan langkah strategis BTN dalam memperluas kehadiran layanan keuangan pada sektor dengan aktivitas dan potensi transaksi yang tinggi. BTN tidak hanya hadir sebagai penyedia layanan perbankan, tetapi juga menjadi bagian dari keseluruhan customer journey wisatawan melalui integrasi pembayaran, ticketing, hingga layanan merchant di kawasan destinasi,” terang Nixon.
Inisiatif tersebut membuka peluang pertumbuhan transaksi, penghimpunan dana, serta penguatan basis nasabah dalam ekosistem pariwisata. Di sisi lain, dukungan kapabilitas digital dan jaringan layanan BTN juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan serta efisiensi operasional kawasan wisata.
“Kami optimistis kerja sama ini dapat menciptakan nilai bisnis yang saling menguntungkan dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak,” kata Nixon.
Baca juga: BTN Salurkan 5,97 Juta Kredit Perumahan Rp555 Triliun, Mayoritas untuk MBR
Dia menambahkan, sektor pariwisata Bali memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui layanan keuangan dan transaksi digital yang terintegrasi. Apalagi, pada 2025 jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Bali mencapai sekitar 16,3 juta orang dengan kontribusi devisa pariwisata sebesar Rp176 triliun.
Nixon menyatakan, PT MKP memiliki positioning yang sangat strategis dalam ekosistem pelabuhan dan destinasi wisata Bali. Di antaranya Pelabuhan Matahari Terbit Sanur dengan sekitar 1,25 juta pengunjung per tahun serta Desa Wisata Penglipuran dengan sekitar 724 ribu pengunjung per tahun.
“Lalu ada Pelabuhan Sampalan Nusa Penida sekitar 465 ribu pengunjung, Pelabuhan Serangan Denpasar sekitar 284 ribu pengunjung, serta Pelabuhan Bias Munjul Nusa Ceningan sekitar 9 ribu pengunjung per tahun,” ujar Nixon.
Sebelum kerja sama pengembangan ekosistem wisata Bali ini berjalan, BTN dan MKP telah lebih dulu berkolaborasi dalam beberapa proyek digitalisasi. Mulai dari fitur pemesanan tiket wisata di Bale by BTN, digitalisasi ticketing kawasan wisata Ancol, hingga digitalisasi sistem pembayaran dan core system INKOPPAS.
Total trafik pada ekosistem MKP saat ini mencapai lebih dari 4 juta pengunjung per tahun. Potensi volume transaksinya diperkirakan mencapai sekitar Rp280 miliar per tahun. Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana digital banking, lifestyle ecosystem, dan tourism ecosystem dapat terintegrasi secara end-to-end.
Sementara itu, CEO & Co-Founder MKP Nicholas Anggada mengatakan, kolaborasi dengan BTN menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan sekaligus mengintegrasikan layanan keuangan dengan ekosistem pariwisata nasional yang semakin terdigitalisasi.
Melalui business unit travel technology, MKP menegaskan posisinya sebagai front-end banking solutions partner yang menghubungkan ekosistem ticketing, pembayaran, settlement, hingga pengelolaan data transaksi dalam satu infrastruktur digital terpadu.
“Pariwisata hari ini tidak lagi hanya berbicara mengenai destinasi, tetapi bagaimana seluruh customer journey dapat terhubung secara seamless mulai dari booking, payment, boarding, hingga transaksi di area destinasi. Bersama BTN, MKP membangun connected tourism ecosystem yang mengintegrasikan layanan wisata dengan sistem keuangan digital secara end-to-end,” ujar Nicholas.
Melalui unit bisnis travel technology, MKP saat ini dipercaya bersama BTN untuk mendukung pengelolaan transaksi operator kapal dan layanan wisata di sejumlah pelabuhan strategis Bali dan Nusa Penida. Di antaranya Pelabuhan Sanur Matahari Terbit, Pelabuhan Sampalan Nusa Penida, Pelabuhan Bias Munjul Nusa Ceningan, dan Pelabuhan Sire Angen Serangan. (*)
Editor: Galih Pratama


