Waspadai Titik Api Baru
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan pemantauan hotspot dilakukan pemerintah setiap hari dengan mengacu pada data satelit yang disediakan BMKG dan Kementerian Kehutanan.
Menurut Suharyanto, data tersebut terus diperbarui setiap hari sebagai dasar penanganan karhutla di wilayah prioritas. Ia menegaskan bahwa meskipun suatu titik api berhasil dipadamkan, potensi munculnya titik api baru maupun kebakaran yang kembali aktif akibat pengaruh angin tetap perlu diantisipasi.
Baca juga: Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan, Pesawat Menhut Gagal Mendarat di Kalbar
Senada dengan hal tersebut, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan data dan analisis BMKG menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam mengantisipasi dampak El Niño pada 2026.
“Kita harus bekerja lebih baik dibandingkan tahun 2015 agar luas kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan semaksimal mungkin,” katanya.
Raja Juli menekankan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, serta dukungan informasi dan peringatan dini dari BMKG menjadi faktor penting dalam pengendalian karhutla sepanjang musim kemarau tahun ini.
Melalui penguatan sistem peringatan dini, pemantauan atmosfer, dan dukungan OMC yang adaptif, BMKG berkomitmen mendukung pencegahan dan penanganan karhutla selama musim kemarau 2026. Upaya tersebut ditujukan untuk melindungi masyarakat, menjaga kualitas lingkungan, dan memperkuat ketahanan nasional. (*)
Editor: Yulian Saputra


