Poin Penting
- Perputaran dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat mencapai Rp6 triliun per bulan.
- Terdapat sekitar 6.200 dapur SPPG yang menjadi pusat distribusi anggaran.
- Program dinilai mendorong ekonomi lokal dan menekan kemiskinan serta pengangguran.
Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut, perputaran dana dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat (Jabar) diperkirakan mencapai Rp6 triliun per bulan.
Hal tersebut didasarkan pada jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang telah mencapai sekitar 6.200 unit.
“Di Jawa Barat sudah ada 6.200 SPPG. Artinya sekitar Rp6 triliun per bulan uang beredar di daerah hanya dari program ini,” ungkap Dadan, dalam keterangannya, Kamis, 30 April 2026.
Baca juga: BGN Janji Tindaklanjuti Menu MBG Ramadan yang Melenceng dari Anggaran
Dadan menjelaskan, aliran dana dalam skala besar tersebut mulai memberikan efek berantai bagi perekonomian daerah. Permintaan komoditas pertanian meningkat, harga produk lebih stabil, dan aktivitas produksi petani serta pelaku usaha kecil ikut terdorong.
Selain itu, program ini juga berkontribusi terhadap indikator sosial ekonomi. BGN mencatat adanya penurunan angka kemiskinan dan pengangguran di sejumlah daerah, dan penyempitan ketimpangan ekonomi.
“Kami mendapat laporan dari beberapa daerah, gini ratio mulai menyempit, angka kemiskinan turun, dan pengangguran juga menurun karena uang beredar di masyarakat,” bebernya.
SPPG jadi Pusat Ekonomi Baru
Dadan menegaskan, program MBG dirancang untuk menciptakan perputaran ekonomi di daerah melalui distribusi anggaran langsung ke SPPG.
“Dana itu kita alirkan langsung ke daerah melalui virtual account di setiap SPPG. Sekitar 248–249 triliun mengalir ke bawah dan dibelanjakan di daerah,” jelasnya.
Baca juga: BGN Klaim Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari Sudah Efisien
Menurutnya, setiap unit SPPG mengelola anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan, dengan sebagian besar digunakan untuk membeli bahan baku dari masyarakat sekitar.
Dadan menjelaskan, sekitar 70 persen anggaran SPPG dialokasikan untuk pembelian bahan baku, dengan 95 persen berasal dari produk pertanian, peternakan, dan perikanan lokal.
“Artinya program makan bergizi ini identik dengan kemandirian pangan lokal, karena hampir seluruh kebutuhan dipasok dari dalam daerah,” tandasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra




