Poin Penting
- BSI menargetkan ekspansi payroll BPJS Ketenagakerjaan. Baru 900 dari 6.000 pegawai yang menggunakan layanan payroll BSI.
- BSI menawarkan produk syariah tambahan, seperti Tabungan Haji, Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Gadai Emas jadi andalan.
- BSI membidik kolaborasi MLT perumahan, sinergi ini mendukung akses pembiayaan syariah dan Program 3 Juta Rumah.
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) menargetkan perluasan bisnis payroll melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.
Bank syariah pelat merah ini melihat besarnya potensi pertumbuhan lantaran sebagian besar pegawai BPJS Ketenagakerjaan belum menggunakan layanan tersebut.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo membeberkan, dari 6.000 pegawai BPJS Ketenagakerjaan, hanya baru sekitar 900 orang yang menngunakan layanan payroll BSI.
“Di BPJS Ketenagakerjaan, dari sekitar 6.000 karyawan yang ber-payroll di BSI, baru sekitar 900-an,” kata Anggoro dalam Perjanjian Kerja Sama Program 3 Juta Rumah antara BPJS Ketenagakerjaan dan BSI, di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026.
Andalkan Tabungan Haji
Ia bilang, dalam memperluas kerja sama, perseroan tak sekedar menawarkan layanan payroll, tetapi juga menghadirkan pelbagai produk keuangan syariah yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.
Baca juga: BSI Raup Laba Rp3,39 Triliun per Mei 2026, Tumbuh 16,73 Persen
Misalnya saja Tabungan Haji. Produk ini yang terus mencatatkan pertumbuhan signifikan. Data terbaru, terjadi penambahan sekitar 150 ribu penabung haji baru setiap bulan dalam setahun terakhir.
Ia menilai, saat ini banyak masyarakat yang sudah menyiapkan tabungan pendidikan anak, tetapi belum mulai merencanakan tabungan haji untuk diri sendiri maupun keluarga.
“Dan ini bisa menjadi entry point yang baik karena kita mengingatkan para para peserta atau para pegawai kadang kala lupa mempersiapkan tabungan haji,” ujarnya.
Selain Tabungan Haji, kata Anggoro, BSI juga menghadirkan Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Gadai Emas sebagai bagian dari strategi membangun aset jangka panjang.
Bidik Kolaborasi Payroll dan MLT
Lanjut Anggoro, selain layanan payroll, BSI juga melihat peluang kolaborasi dalam penyaluran Manfaat Layanan Tambahan (MLT) pembiayaan perumahan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Baca juga: Bos BSI: Penarikan Dana SAL Bertahap Permudah Pengelolaan Likuiditas
Menurutnya, sinergi tersebut bisa diperluas ke pelbagai perusahaan BUMN yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, sehingga ke depannya mampu meningkatkan akses pekerja terhadap layanan keuangan syariah sekaligus mendukung Program 3 Juta Rumah pemerintah.
Dia mengklaim, BSI telah memiliki kinerja yang solid dibandingkan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kata anggoro, secara pertumbuhan laba, Dana Pihak Ketiga (DPK), pembiayaan, BSI paling tinggi di antara bank-bank Himbara yang lainnya.
“Secara pertumbuhan laba, DPK, maupun pembiayaan, BSI tumbuh paling tinggi di antara bank-bank Himbara. Ini yang juga punya peluang yang nanti kita sama-sama dorong untuk kita tawarkan MLT,” bebernya.
Selain itu, BSI juga resmi berstatus sebagai Primary Dealer Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang dinilai bisa memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga pemerintah maupun badan usaha dalam pengembangan layanan keuangan syariah. (*)
Editor: Galih Pratama


