Poin Penting
- PT Pudjiadi Prestige menghadapi kenaikan biaya konstruksi, harga lahan, dan pelemahan daya beli. Perseroan fokus pada efisiensi dan peningkatan kualitas aset
- Perseroan memperluas bisnis melalui proyek hunian premium Soleia Residence di Jakarta Selatan serta melanjutkan renovasi aset eksisting
- Pudjiadi Prestige optimistis okupansi apartemen dan hotel meningkat seiring renovasi fasilitas dan peningkatan layanan.
Jakarta – Pengembang properti, PT Pudjiadi Prestige Tbk menekankan strategi ekspansi dan peningkatan kualitas aset perseroan di tengah pelbagai tekanan industri properti di Tanah Air.
Vice President Operational PT Pudjiadi Prestige Tbk, Michael D. Pudjiadi, mengatakan, kenaikan biaya konstruksi hingga pelemahan daya beli di sejumlah segmen pasar menjadi tantangan yang perlu segera diantisipasi.
“Kita lihat harga bahan baku real estate yang naik berdampak kepada building material costs, baja dan semen, dan mungkin beberapa lainnya. Jadi harga cost bangunan memang meningkat, ini ada dampak kepada new project juga untuk renovasi,” ujar Michael, dalam Paparan Publik Tahunan atau Public Expose 2026, di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Selain biaya konstruksi, kata Michael, tantangan lain perlu dicermati soal kenaikan harga lahan di sejumlah wilayah Jakarta yang dinilai kian menantang untuk pengembangan proyek baru. Di sisi lain, pelemahan daya beli masyarakat pada beberapa segmen hunian turut menghadapi tekanan.
Ia menilai, segmen hunian di rentang harga Rp600 juta – Rp1 miliar pun menjadi salah satu pasar yang ikut tergerus akibat perlambatan permintaan. Kabar baiknya, masih terdapat sejumlah segmen properti yang menunjukkan prospek positif.
Baca juga: Pudjiadi Prestige Tebar Dividen 41 Persen dari Laba 2025, Segini Nilainya
“Kendala lain yang kita lihat juga terkait birokrasi perizinan. Misalnya untuk mendirikan IMB atau PBG sekarang, seharusnya bisa online tapi beberapa kali tidak berfungsi sesuai harapan. Dan itu mungkin membuat beberapa investor juga sulit untuk berinvestasi dan ekspansi di Indonesia,” bebernya.
Strategi Bisnis PT Pudjiadi Prestige
Ia menjelaskan, dengan berbagai tantangan tersebut, pihaknya telah meracik strategi bisnis yang berfokus pada efisiensi, peningkatan kualitas aset dan ekspansi pada segmen yang masih memiliki permintaan kuat.
Salah satunya, kata Michael, memilih lokasi dan segmen pasar yang masih memiliki potensi pertumbuhan tinggi. Saat ini, perseroan tengah mengembangkan proyek hunian premium anyar di Jakarta Selatan bernama Soleia Residence.
“Kita sedang ada ekspansi baru, yakni luxury residence di Jakarta Selatan, namanya Soleia. Karena filosofi matahari, Sol matahari, dan filosofinya di dalam tempat ini akan merasa sangat terang tanpa panas,” bebernya.
Proyek ini menyasar pasar hunian premium yang masih memiliki permintaan cukup baik di tengah ketidakpastian ekonomi.
Selain ekspansi, lanjut Michael, perseroan juga terus melakukan renovasi pada sejumlah aset eksisting. Salah satunya, pengembangan dan peningkatan fasilitas di Marbella Hotel Anyer yang dinilai berhasil meningkatkan okupansi pelanggan.
Baca juga: Gandeng Bank, Sinarmas Land Hadirkan Program Royal Key Periode 2
“Kita renovasi, upgrade, dan untung bisa dibilang berhasil. Dan juga selalu renovasi karena itu sudah membuktikan biasanya meningkatkan permintaan pelanggan,” imbuhnya
Perseroan juga menjalankan strategi efisiensi operasional dengan cara memangkas biaya yang tak berdampak terhadap kualitas layanan kepada pelanggan.
Optimistis Okupansi Apartemen dan Hotel Meningkat
PT Pudjiadi Prestige juga optimistis tingkat okupansi sejumlah aset properti akan mengalami peningkatan dalam beberapa tahun mendatang seiring berlanjutnya program renovasi.
Michael bilang, untuk bisnis apartemen, tingkat okupansi kini berada di kisaran 55- 95 persen. Ia memperkirakan, angka tersebut bakal melonjak usai berbagai pembaruan fasilitas selesai dilakukan.
“Pokoknya yang sudah bisa melihat di 2024, apartemen kita ada range 55 persen sampai 95 persen, tapi di tahun depan kita asumsi bisa sedikit lebih tinggi, 60 persen, karena renovasi yang kita lakukan,” terangnya.
Kemang Apartment yang terletak Jakarta Selatan, misalnya, menjadi aset yang menunjukkan kinerja positif dengan tingkat hunian tetap tinggi meski menghadapi persaingan dari sejumlah proyek apartemen lain di kawasan tersebut.
Sementara pada sektor perhotelan, Marbella Hotel Anyer diproyeksikan mencatat peningkatan okupansi dan tarif kamar seiring renovasi fasilitas kolam renang, interior, serta peningkatan kualitas layanan.
“Kita proyeksi sedikit lebih tinggi karena renovasi yang kita lakukan kepada fasilitas kolam renang, interior. Sejauh ini, tahun ini sudah berhasil dan tahun depan kita asumsi akan terus meningkat okupansi,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


