Poin Penting
- Sinarmas Land dan 22 bank meluncurkan Royal Key dengan target transaksi Rp3,6 triliun pada 2026
- Program ini menawarkan diskon properti hingga 20 persen, DP 0 persen, dan KPR bunga kompetitif
- Analis menilai kolaborasi pengembang dan bank dapat mendorong penjualan properti serta pertumbuhan kredit perbankan.
Jakarta – Sinarmas Land bersama 22 bank kembali menghadirkan program BWSxSML Royal Key untuk mendorong transaksi properti melalui skema pembiayaan yang lebih kompetitif.
Menurut Deputy Group CEO Strategic Development and Assets Sinarmas Land Herry Hendarta, tahun 2026 menjadi momentum yang tepat untuk memacu penjualan.
“Melalui Royal Key kami menargetkan Rp 3,6 triliun dengan menggandeng 22 bank serta beragam produk, dari rumah tapak, apartemen, rumah toko (ruko), dan juga kavling,” ujar Herry saat peluncuran Royal Key.
Program BWSxSML Royal Key terbagi menjadi empat periode kuartalan. Periode I pada 22 Januari 2026-31 Maret 2026, Periode II pada 1 April 2026-30 Juni 2026, Periode III pada 10 Juli 2026-30 September 2026, dan Periode IV pada 1 Oktober 2026-31 Desember 2026.
Saat ini, program yang masuk periode ke-2 ini menawarkan berbagai promo pembelian properti untuk sejumlah proyek residensial maupun komersial milik Sinarmas Land di berbagai kota.
Baca juga: Tawarkan Potensi Kenaikan Harga Menarik, Minat Terhadap Properti Mewah Tetap Tinggi
Salah satu penawaran utama dalam program tersebut adalah diskon harga properti yang mencapai lebih dari 20 persen untuk unit tertentu. Selain itu, konsumen juga mendapatkan kemudahan uang muka atau down payment (DP) mulai dari 0 persen, sehingga dinilai dapat membantu meningkatkan keterjangkauan pembelian properti.
Tidak hanya itu, program juga menawarkan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga kompetitif, salah satunya melalui Bank Woori Saudara (BWS). Bank asal Korea ini menjadi salah satu bank yang turut dalam program Royal Key ini.
Program Royal Key mencakup berbagai proyek Sinarmas Land seperti BSD City, Grand Wisata Bekasi, Kota Wisata Cibubur, Aerium Residence, hingga sejumlah proyek mixed-use dan komersial lainnya. Variasi produk yang ditawarkan mulai dari rumah tapak, apartemen, ruko, hingga unit usaha.
Kolaborasi antara perbankan dan pengembang properti dinilai menjadi salah satu strategi industri untuk menjaga momentum penjualan di tengah pasar yang masih selektif. Dukungan pembiayaan menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian properti, terutama untuk segmen end-user.
Analis Edo Ardiansyah dari Phillip Sekuritas menilai, program promosi seperti Royal Key dapat menjadi katalis positif bagi penjualan properti primer, terutama ketika dikombinasikan dengan insentif pembiayaan yang lebih ringan.
Menurutnya, skema DP ringan dan bunga kompetitif dapat membantu memperluas basis konsumen potensial, khususnya masyarakat yang sebelumnya masih menunda pembelian akibat pertimbangan cash flow dan biaya awal transaksi.
Di sisi lain, strategi tersebut juga dipandang konstruktif bagi sektor perbankan karena dapat mendorong pertumbuhan kredit secara lebih terukur melalui kerja sama dengan pengembang yang memiliki proyek dan reputasi pasar yang kuat.
Baca juga: Riset Pinhome: Pasar Properti RI Tetap Stabil di Kuartal I 2026
Pasar juga masih mencermati keberlanjutan stimulus sektor properti, termasuk tren suku bunga dan dukungan kebijakan pemerintah terhadap industri perumahan nasional. Faktor tersebut diperkirakan tetap memengaruhi permintaan properti sepanjang tahun ini.
“Bagi pengembang, program promosi berbasis kolaborasi pembiayaan menjadi salah satu instrumen untuk menjaga marketing sales di tengah kompetisi industri yang semakin ketat. Sementara bagi perbankan, langkah tersebut membuka peluang ekspansi kredit pada segmen consumer banking.” kata Edo.
Ke depan, Edo menilai sinergi antara sektor properti dan perbankan diperkirakan akan semakin intensif, terutama melalui program-program promosi yang menawarkan kombinasi diskon harga, DP ringan, dan skema pembiayaan kompetitif untuk menjaga daya tarik pasar properti nasional. (*) DW


