Poin Penting
- INPP tetap ekspansif di 2026 dengan membuka 23 Semarang Shopping Mall dan meluncurkan proyek 88 Plaza Balikpapan
- Pendapatan INPP kuartal I 2026 naik 14,14 persen menjadi Rp326,91 miliar, ditopang bisnis komersial dan hospitality
- INPP mencetak laba bersih Rp44 miliar di kuartal I 2026, berbalik dari rugi tahun lalu, dengan recurring revenue tetap dominan.
Jakarta – Di tengah ketidakpastian ekonomi, PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia tetap dalam mode ekspansif pada 2026. Untuk menopang kinerja, perseroan masih tetap mengandalkan kontribusi pendapatan berulang (recurring income) sambil melakukan ekspansi proyek baru.
Di tahun ini, perseroan akan segera membuka operasional 23 Semarang Shopping Mall, sebuah pusat perbelanjaan baru dengan total leaseable area sebeluas 48 ribu meter persegi. Pusat perbelanjaan ini rencananya akan beroperasi per 23 Mei 2026.
Selain itu, INPP juga sudah me-launching proyek terbaru, yakni 88 Plaza Balikpapan. Proyek mixed user ini dikembangkan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur sekaligus menandai ekspansi perseroan ke kota ke-8 di Indonesia. Kehadiran 88 Plaza Balikpapan akan semakin melengkapi portofolio bisnis Paradise Indonesia.
Anthony Prabowo Susilo, Presiden Direktur Indonesian Paradise Property mengatakan, proyek ini dikembangkan di atas lahan seluas 8 hektare, di kota ke-8 bagi keberadaan INPP. Itu pula yang menjadi alasan dinamkan 88 Plaza Balikpapan.
Baca juga: Riset Pinhome: Pasar Properti RI Tetap Stabil di Kuartal I 2026
Proyek ini juga menjadi bagian dari strategi perseroan dalam merespon market yang makin dinamis, terlebih di tengah berbagai tantangan ekonomi domestik, maupun global. Proyek 88 Plaza Balikpapan sudah diawali dengan peluncuran business loft Asthon tahap pertama yang langsung mendapat sambutan sangat positif dari pasar.
“Salah satu row Asthon A itu sudah sold out dalam hari pertama. Jadi ini memang cara-cara bagaimana kita merespon market yang memang berbeda. Kita juga harus tetap mencari perkembangan, mencari pertumbuhan. Tapi dengan cara yang berbeda juga,” kata Anthony dalam press conference di Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.
Ekspansi proyek-proyek baru itu diyakini akan berkontribusi signfikan pada kinerja perseroan di masa-masa mendatang.
Dari sisi kinerja, di kuartal I 2026, emiten INPP tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp326,91 miliar, atau tumbuh 14,14 persen year on year (yoy). Lini bisnis komersial, hospitality, dan property sales kompak membukukan pertumbuhan.
Pertumbuhan pendapatan perseroan tetap didominasi pendapatan berulang atau recurring revenue. Kontribusi terbesar datang dari lini bisnis komersial yang meraih pendapatan RP157 miliar, atau tumbuh 19 persen secara tahunan. Lini bisnis ini berkontribusi sebesar 48 persen terhadap total pendapatan INPP.
Lalu, pendapatan lini bisnis hospitality mengalami kenaikan 4 persen, atau menjadi Rp136 miliar. Angka itu setara 42 persen dari total pendepatan perseroan di kuartal I 2026.
Sedangkan pendapatan dari lini bisnis property sales (penjualan properti) tercatat sebesar Rp34 miliar, atau melonjak 38 persen ketimbang tahun sebelumnya. Lini bisnis ini menyumbang porsi 10 persen terhadap total pendapatan INPP.
Direktur Indonesian Paradise Property, Surina, mengungkapkan, kenaikan pendapatan lini bisnis property sales salah satunya masih ditopang proyek Antasari Palace. Serah terima proyek ini memberikan kontribusi cukup besar bagi pendapatan perseroan di tahun lalu. Dan tahun ini masih membukukan sekitar Rp34 miliar dari serah terima unit Antasari Palace.
Property Sales kontribusi di kuartal I masih 10 persen. Jadi memang INPP sekali lagi kita recurring revenue-nya cukup kuat mungkin dibandingkan developer lain. Kita di 90 persenan,” jelas
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, perseroan juga berhasil meningkatkan EBITDA yang naik sekitar 20 persen menjadi Rp101 miliar.
“Dengan EBITDA margin yang lebih baik dibanding tahun lalu 29 persen, di tahun ini 31 persen. Dan secara net income (laba bersih) kita membukukan Rp44 miliar,” lanjutnya.
Dengan pencapaian laba positif itu, INPP berhasil membalikkan keadaan dari rugi Rp132,87 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Bidik Ekosistem Properti hingga UMKM, Bank BSN Perkuat Basis di Tangsel
Surina juga mengatakan, perseroan juga optimis pendapatan di kuartal II 2026, akan terdongkrak oleh proyek 23 Semarang Shopping Mall. Pendapatan dari proyek 23 Semarang akan dibukukan di kuartal II 2026.
Sebagai informasi, emiten INPP sejauh ini sudah memiliki sejumlah porftolio bisnis. Mulai dari proyek mixe use seperti Plaza Indonesia, Sahid Kuta Lifestyle Resorts, dan 23 Paskal Shopping Center. Lalu, retail atau pusat perbelanjaan seperti Plaza Indonesia Shopping Center, FX Sudirman, Beachwalk Shopping Center Bali, 23 Paskal Shopping Center Bandung, dan Park23 Creative Hub Bali.
Sementara untuk hotel, antara lain Sheraton Bali Kuta Resort, Aloft Bali Kuta at Beachwalk, Grand Hyatt Jakarta, Maison Aurelia Sanur Bali, Hyatt Place Makassar, hingga Harris Resort Waterfront Batam. (*) Ari Astriawan


