Poin Penting
- Megabuild, Keramika, dan Megaproperty 2026 digelar 4-6 Juni di Jakarta untuk memperkuat ekosistem properti dan konstruksi
- Pameran ini menghadirkan solusi smart home, green building, material inovatif, hingga investasi properti dalam satu platform.
- Ajang ini didukung pelaku industri sebagai katalis pertumbuhan ekonomi dan promosi produk lokal berkualitas global.
Jakarta – Sejalan dengan tren pemulihan sektor properti, para pelaku industri penguatan ekosistem yang lebih terintegrasi. Industri ini bisa menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi karena melibatkan ratusan industri turunan.
Penguatan ekosistem industri properti dan konstruksi salah satunya diwujudkan lewat pameran Megabuild, Keramika dan Megaproperty 2026 yang akan digelar di Jakarta, 4-6 Juni 2026 mendatang.
Ketiga pameran yang digelar bersamaan itu disebut sebagai jawaban atas tuntutan era smart dan green living. Sekarang, bangunan tidak hanya dituntut estetis, tapi juga terintegrasi dengan teknologi pintar (smart home) dan mengadopsi prinsip green building.
Baca juga: Gandeng Bank, Sinarmas Land Hadirkan Program Royal Key Periode 2
Tapi, pada praktikya, ekosistem pengadaan yang terpisah membuat para arsitek, kontraktor, desainer interior, hingga masyarakat umum sering kali harus membuang waktu dan biaya lebih.
Pasalnya, menemukan inovasi material terbaru, keramik berkualitas tinggi, sekaligus melihat prospek investasi properti dalam satu waktu menjadi tantangan utama.
Pameran ini digagas menjawab masalah rantai pasok yang terfragmentasi, dengan menyatukan seluruh rantai pasok dalam satu atap.
Sementara menurut Presiden Direktur Panorama Media, Royanto Handaya, pameran kali ini digagas menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi.
“Dengan menyatukan Megabuild, Keramika dan Megaproperty, kami memberikan panggung bagi inovasi material, teknologi arsitektur, dan investasi properti terbaik agar seluruh stakeholder dapat berakselerasi dalam satu platform,” ujarnya dikutip, Senin, 26 Mei 2026.
Hampir senada, Edy Suyanto, Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) mengatakan, Keramika 2026 menjadi etalase kebanggaan industri keramik nasional.
“Kami ingin membuktikan bahwa kualitas, desain dan teknologi pabrikan lokal siap bersaing di pasar global sekaligus memenuhi kebutuhan proyek-proyek premium di Indonesia,” imbuhnya.
Baca juga: Riset Pinhome: Pasar Properti RI Tetap Stabil di Kuartal I 2026
Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) juga memberikan dukungan terhadap pamera itu.
Keduanya sepakat bahwa pameran terintegrasi ini sangat krusial sebagai pusat referensi utama bagi arsitek dan desainer untuk menemukan material inovatif yang berkelanjutan, guna menciptakan ruang hidup cerdas yang bernilai tambah.
Sebagai informasi, pameran ini menjadi agenda tahunan yang mempertemukan pasar B2B (Pabrik, Distributor, Arsitek, Kontraktor, Developer) dengan pasar B2C (investor dan masyarakat). (*) Ari Astriawan


