Poin Penting
- Pemerintah menyiapkan pembangunan 1.400 unit rumah ASN di kawasan Cikoya, Tangerang, di atas lahan seluas 16 hektare.
- BTN menyediakan fasilitas KPR hingga tenor 30 tahun dengan cicilan mulai sekitar Rp1 juta per bulan bagi ASN.
- Program rumah ASN juga akan terintegrasi dengan layanan pendidikan dan kesehatan untuk mendukung kesejahteraan pegawai pemerintah.
Jakarta – Program rumah ASN kembali menjadi perhatian pemerintah setelah Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) resmi meluncurkan Program Perumahan ASN pada Selasa (26/5/2026) di Kantor Pusat Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta. Program ini disiapkan untuk meningkatkan kesejahteraan aparatur sipil negara melalui penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan dekat dengan pusat aktivitas kerja.
Peluncuran program dilakukan melalui kolaborasi antara KORPRI Nasional dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN sebagai mitra pembiayaan. Program tersebut mengusung tema “Tinggal Lebih Dekat, Hidup Lebih Maju” dan diarahkan untuk menjawab rendahnya angka kepemilikan rumah di kalangan ASN.
Baca juga: Purbaya Pastikan Gaji ke-13 ASN Cair Mulai Juni 2026
Berdasarkan data KORPRI, dari sekitar 6,7 juta ASN di Indonesia, baru sekitar 22 persen yang memiliki rumah sendiri. Kondisi itu dinilai menjadi tantangan serius dalam upaya meningkatkan kesejahteraan pegawai pemerintah.
Rumah ASN jadi Bagian Penguatan Kesejahteraan Pegawai
Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional sekaligus Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menegaskan bahwa kepastian hunian menjadi faktor penting dalam membangun birokrasi yang profesional dan berintegritas.
“ASN harus tenang memiliki hunian agar dapat bekerja secara optimal dan fokus melayani masyarakat. KORPRI hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut melalui program yang konkret dan berkelanjutan,” ujar Zudan dalam sambutannya, dikutip dari situs resmi KORPRI.
Menurutnya, rumah tidak hanya menjadi kebutuhan dasar, tetapi juga berperan dalam menciptakan stabilitas kehidupan ASN dan keluarganya. Dengan kondisi hidup yang lebih baik, produktivitas ASN dan kualitas pelayanan publik diharapkan ikut meningkat.
Baca juga: OJK Proyeksikan DPK Rumah Tangga 2026 Tumbuh Moderat
Program rumah ASN ini dirancang dalam konsep kawasan hunian urban modern yang terintegrasi dengan akses transportasi publik dan pusat aktivitas kerja.
Salah satu lokasi pengembangan tahap awal berada di kawasan Cikoya, Kabupaten Tangerang, Banten. Pemerintah menyiapkan lahan sekitar 16 hektare untuk pembangunan sebanyak 1.400 unit rumah secara bertahap.
Pembangunan direncanakan berlangsung dengan kapasitas sekitar 100 unit rumah per bulan. Kawasan tersebut dinilai strategis karena hanya berjarak sekitar lima menit dari Stasiun Cikoya.
Selain di Cikoya, KORPRI juga berencana mengembangkan kawasan hunian ASN di Ciseeng, Bogor, sebagai bagian dari perluasan program di wilayah Jabodetabek.
BTN Siapkan Skema KPR hingga 30 Tahun
Dalam kerja sama tersebut, BTN menyiapkan berbagai skema pembiayaan khusus bagi ASN, termasuk fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan tenor hingga 30 tahun.
Selain pembiayaan rumah nonsubsidi, ASN juga dapat memanfaatkan program pembiayaan rumah subsidi melalui sinergi dengan BP Tapera dan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Melalui skema tersebut, ASN dapat memperoleh cicilan rumah dengan angsuran mulai sekitar Rp1 juta per bulan. Skema ini diharapkan mampu menjangkau ASN muda maupun ASN golongan menengah yang belum memiliki hunian.
Baca juga: Hasil Evaluasi WFH ASN: Konsumsi Pertalite Turun 9 Persen
Kerja sama KORPRI dan BTN juga dituangkan dalam Nota Kesepahaman yang mencakup dukungan pembiayaan perumahan, layanan perbankan, literasi keuangan, hingga pengembangan ekosistem hunian ASN secara berkelanjutan.
Program Rumah ASN Terintegrasi Pendidikan dan Kesehatan
KORPRI tidak hanya fokus pada penyediaan rumah ASN, tetapi juga menyiapkan program kesejahteraan terintegrasi di bidang pendidikan dan kesehatan.
Melalui divisi KORPRI Education, organisasi tersebut menyiapkan program pengembangan kompetensi dan pendidikan lanjutan bagi ASN. Langkah itu dilakukan mengingat masih terdapat sekitar 32 persen ASN yang belum menempuh pendidikan strata satu (S1).
Sementara melalui pengembangan KORPRI Health, KORPRI berencana membangun rumah sakit di kawasan perumahan ASN untuk memperkuat layanan kesehatan bagi anggota dan keluarganya.
Program tersebut diharapkan menjadi model pengembangan kesejahteraan ASN yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Selain itu, program rumah ASN dinilai sejalan dengan agenda pemerintah dalam mengurangi backlog perumahan nasional serta mendukung Program 3 Juta Rumah.
Dengan tersedianya hunian yang lebih terjangkau dan lingkungan yang lebih baik, pemerintah berharap ASN dapat bekerja lebih fokus, profesional, dan optimal dalam melayani masyarakat. (*)
Editor: Yulian Saputra


