Poin Penting
- IHSG ditutup naik 0,08 persen ke level 6.177,13 dengan nilai transaksi mencapai Rp26,51 triliun.
- Sektor infrastruktur dan kesehatan memimpin penguatan, sementara sektor properti dan bahan baku terkoreksi terdalam.
- MORA, MYOR, dan BYAN menjadi top gainers, sedangkan BNLI, TLKM, dan BSDE masuk jajaran top losers.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (19/6) berbalik menguat dan ditutup di zona hijau pada level 6.177,13 atau naik 0,08 persen dari posisi sebelumnya 6.172,34.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 342 saham terkoreksi, 332 saham menguat, dan 141 saham tetap tidak berubah.
Sebanyak 32,44 miliar saham diperdagangkan dengan 1,75 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi Rp26,51 triliun.
Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Melemah 0,73 Persen ke Level 6.127
Meski demikian, seluruh indeks dalam negeri juga bergerak melemah, dengan LQ45 turun 1,22 persen ke 609,40, IDX30 merosot 1,21 persen jadi 344,75, Sri-Kehati melemah 0,55 persen ke 299,17, dan JII turun 1,92 persen menjadi 368,43.
Lalu, mayoritas sektor juga terpantau mengalami pelemahan, dengan sektor properti turun 1,86 persen, sektor bahan baku merosot 1,83 persen, sektor teknologi melemah 1,01 persen, sektor keuangan turun 0,75 persen, sektor industrial merosot 0,20 persen, dan sektor energi melemah 0,03 persen.
Sementara itu sektor sisanya masih mampu menguat, yakni sektor infrastruktur naik 1,61 persen, sektor kesehatan meningkat 1,52 persen, sektor non-siklikal menguat 1,09 persen, sektor siklikal naik 0,40 persen, dan sektor transportasi meningkat 0,20 persen.
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Sedangkan saham top losers adalah PT Bank Permata Tbk (BNLI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).
Baca juga: Status Emerging Market RI Bertahan, Ini Dampaknya bagi IHSG
Adapun tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). (*)
Editor: Yulian Saputra


