Poin penting:
- Luhut menyebut sekitar 50 persen penyaluran bansos selama ini tidak tepat sasaran.
- Sistem Perlinsos berbasis AI ditargetkan mencakup 50 juta warga miskin dan diluncurkan Oktober 2026.
- Penyaluran bansos melalui rekening penerima akan diuji coba pada kuartal I-2027.
Jakarta – Sebanyak 50 persen penyaluran bansos disebut masih tidak tepat sasaran. Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) sekaligus Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan kini menyiapkan sistem baru untuk 50 juta warga miskin.
Sistem perlindungan sosial (perlinsos) berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) itu ditargetkan meluncur secara nasional. Pemerintah menargetkan peluncuran tersebut berlangsung pada Oktober 2026.
“Kami sudah rancang pada bulan Oktober, minggu ketiga kami akan bisa roll out. Saya berharap pada waktu Presiden (Prabowo Subianto) roll out bulan Oktober hampir tidak ada masalah yang serius,” kata Luhut dikutip Antara, Kamis, 10 September 2026.
Baca juga: Anggaran Perlinsos 2027 Naik 10 Persen jadi Rp549,9 Triliun
Sistem tersebut telah dikembangkan selama sekitar satu tahun. Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi lokasi awal pelaksanaan uji coba.
Pendataan kini telah menjangkau 215 kabupaten/kota. Penyempurnaan sistem masih dilakukan sebelum penerapan secara nasional.
Menurut Luhut, sistem tersebut dirancang untuk mengatasi kesalahan pendataan bansos. Kondisi itu membuat masyarakat yang berhak menerima bantuan justru tereksklusi.
“Masyarakat termiskin yang 50 (juta) itu sudah pasti akan diberikan,” ujarnya.
Target tersebut menjadi bagian dari pembenahan data penerima perlindungan sosial. Pemerintah ingin memastikan kelompok masyarakat termiskin masuk dalam basis data penerima.
Luhut Targetkan Bansos Terhubung Rekening
Setelah pendataan selesai, sistem akan diintegrasikan dengan rekening bank penerima bantuan. Uji coba penyaluran bansos melalui rekening ditargetkan berlangsung kuartal I-2027.
Luhut menyebut penyelesaian data menjadi pekerjaan utama pemerintah sepanjang 2026. Pembenahan itu ditujukan agar proses penyaluran bantuan berjalan lebih tertib.
“Pendistribusian kami uji coba nanti pada kuartal I tahun depan. Jadi, tahun ini kami menyelesaikan semua data ini supaya lebih tertib. Karena selama ini banyak sekali, 50 persen, itu off target sebenarnya,” jelas dia lagi.
Baca juga: Bansos Cash Transfer Bakal Diuji Coba Awal 2027, Ini Skemanya
Pemerintah juga masih mencari mekanisme penyaluran yang sesuai. Skema tersebut diharapkan memastikan bantuan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Perhatian lain diarahkan pada potensi penyalahgunaan dana untuk judi online (judol). Karena itu, pemerintah mempertimbangkan bentuk penyaluran selain transfer langsung.
Luhut Pertimbangkan Kupon untuk Bansos
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pemberian kupon kepada penerima bantuan. Kupon tersebut hanya dapat digunakan untuk kebutuhan tertentu.
“Kami masih berpikir apakah nanti diberikan kupon sehingga tidak boleh judi online. Jadi hanya mungkin bayar listrik, beras, bensin, segala macam,” katanya.
Mekanisme tersebut diharapkan membuat penggunaan bantuan lebih terarah. Pemerintah juga ingin memperkuat transparansi dalam proses distribusi.
“Jadi, di lapangan nanti akan jadi mekanisme pasar, membuat kita lebih transparan, membuat kita lebih adil dan mengurangi korupsi. Karena akan sedikit ketemu manusia dengan manusia. Jadi, semua akan dibangun ekosistem untuk bekerja dengan ekosistem tadi,” tuturnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


