Poin Penting
- Bank Nagari menggandeng BSSN untuk memanfaatkan sertifikat elektronik dan tanda tangan elektronik tersertifikasi guna memperkuat transformasi digital.
- Kerja sama ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional, keamanan informasi, dan keabsahan dokumen elektronik melalui penerapan sistem digital yang lebih modern dan paperless.
- Bank Nagari juga memperkuat ketahanan siber melalui keanggotaan dalam Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) BSSN serta rencana integrasi sistem dengan BSrE.
Jakarta – PT Bank Nagari terus mempercepat transformasi digital dengan memperkuat keamanan sistem elektronik dan tata kelola dokumen digital.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam pemanfaatan sertifikat elektronik dan tanda tangan elektronik tersertifikasi.
Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, mengatakan bahwa pemanfaatan tanda tangan elektronik tersertifikasi merupakan langkah strategis dalam mendukung digitalisasi industri perbankan yang semakin berkembang.
“Pemanfaatan tanda tangan elektronik tersertifikasi merupakan langkah penting dalam memperkuat ekosistem digital di Bank Nagari. Kerja sama ini bukan hanya implementasi teknologi, tetapi juga bentuk komitmen kami dalam membangun proses bisnis yang modern, akuntabel, terpercaya, dan berorientasi pada keamanan informasi,” ujar Gusti dinukil laman banknagari, Sabtu, 30 Mei 2026.
Baca juga: OJK Cabut Izin Usaha 6 BPR Sepanjang Kuartal I 2026, Ini Daftarnya
Menurutnya, transformasi digital kini menjadi kebutuhan strategis bagi industri perbankan, seiring perkembangan teknologi informasi dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan yang cepat, efisien, dan aman.
Melalui pemanfaatan sertifikat elektronik dari BSSN, Bank Nagari menargetkan berbagai manfaat strategis, mulai dari percepatan proses administrasi dan layanan perbankan, peningkatan efisiensi operasional melalui konsep paperless office, hingga penguatan keabsahan dokumen elektronik dan keamanan informasi perusahaan.
Perkuat Ketahanan Siber
Selain mendukung digitalisasi proses bisnis, kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan siber perusahaan.
Gusti mengatakan Bank Nagari saat ini telah terdaftar sebagai bagian dari Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) BSSN. Keikutsertaan tersebut memberikan akses ke forum Cyber Threat Intelligence Sharing antarabank pembangunan daerah yang difasilitasi BSSN dan ASBANDA.
Baca juga: Tiga BPD Dinobatkan Jadi World’s Best Bank 2026 Versi Forbes
Bank Nagari juga memperoleh berbagai dukungan penguatan keamanan siber, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, fasilitasi Table Top Exercise, hingga asistensi forensik digital jika terjadi insiden siber. Program tersebut dijalankan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Integrasi Sistem dengan BSrE
Ke depan, Bank Nagari berencana melakukan integrasi sistem secara host to host dengan Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) guna mendukung berbagai aplikasi internal yang memanfaatkan tanda tangan elektronik.
Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat sistem keamanan digital perusahaan melalui pengembangan mekanisme early warning system, pertukaran informasi ancaman siber, peningkatan awareness pegawai, serta penguatan tata kelola dan manajemen risiko teknologi informasi. (*)
Editor: Yulian Saputra


