Ekspor CPO dan Besi Baja Tertekan
Fithra mengungkapkan penurunan ekspor terjadi pada sejumlah komoditas utama, terutama minyak sawit mentah (CPO) dan besi baja.
Ekspor CPO yang pada April 2026 masih tumbuh 66,59 persen secara tahunan berbalik terkontraksi 14,23 persen pada Mei 2026. Sementara itu, ekspor besi baja yang sebelumnya tumbuh 8,1 persen turun menjadi minus 14,64 persen.
Menurutnya, salah satu penyebab pelemahan tersebut adalah fenomena front-loading ekspor ke Amerika Serikat (AS) sebelum pemberlakuan tarif baru berdasarkan Section 301 Trade Act.
Baca juga: Kemendag Siapkan 3 Strategi Dongkrak Ekspor di Tengah Ketidakpastian Global
Hal itu terlihat dari ekspor Indonesia ke AS yang sempat melonjak 38,72 persen pada April, tetapi kemudian turun 24,21 persen pada Mei 2026.
“Tapi tidak juga dipungkiri bahwa memang ada aktivitas eksportir yang ingin menahan diri untuk ekspor juga. Karena apa? Ya, ongkos produksinya sudah tinggi,” tambahnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


