Poin Penting
- ASLI menargetkan kontrak baru Rp710 miliar pada 2026.
- Fokus proyek berasal dari BUMN dan pemerintah (APBN). Strategi mencakup transformasi bisnis dan penguatan pipeline proyek.
Jakarta – PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp710 miliar pada 2026 sebagai bagian dari strategi pemulihan dan pertumbuhan bisnis.
Direktur Utama ASLI, Agus Karianto mengatakan, target kontrak senilai Rp710 miliar tersebut berfokus pada proyek- proyek strategis dari sektor pemerintah dan BUMN.
Komposisi target kontrak meliputi BUMN sebesar 48,8 persen, APBN 45,6 persen, internal 2,2 persen, serta sektor lainnya 3,4 persen.
Menurutnya, proyek-proyek tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia, antara lain Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Sejalan dengan itu, pihaknya berkomitmen menjalankan transformasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat fundamental bisnis dan meningkatkan daya saing perusahaan.
“ASLI berkomitmen untuk menjalankan transformasi ini secara disiplin dengan fokus pada penguatan fundamental bisnis, peningkatan kinerja operasional, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Agus, dalam Public Expose (PUBEX) di Jakarta, Senin, 27 April 2026.
Baca : RUPST ASLI Rombak Pengurus, Ini Susunan Terbarunya
Ia menegaskan, perseroan kini memasuki fase transformasi strategis dengan arah yang lebih terstruktur sebagai respons terhadap dinamika industri konstruksi yang terus berkembang.
Transformasi ini, kata dia, menjadi fondasi dalam memperkuat kapabilitas operasional sekaligus memastikan perusahaan tetap kompetitif dalam jangka panjang.
Strategi Perkuat Pipeline Proyek
Ia menyebut, perseroan pun telah memiliki strategi jitu dalam memperkuat cengkraman bisnis konstruksi di Tanah Air. Di mana, fokus pada penguatan pipeline proyek, peningkatan efisiensi operasional, serta optimalisasi sumber daya.
Selain itu, Perseroan terus mendorong peningkatan produktivitas melalui modernisasi peralatan, digitalisasi proses konstruksi, serta penerapan teknologi untuk meningkatkan efisiensi biaya dan ketepatan waktu penyelesaian proyek.
Baca juga: Bank Jateng Genjot Digitalisasi Pemda, ETPD Tembus 97,5 Persen
Perseroan juga menyiapkan rencana pengembangan jangka menengah dan panjang yang mencakup peningkatan kapasitas bisnis, penguatan lini usaha, serta perluasan jangkauan operasional.
“Upaya ini menjadi bagian dari komitmen ASLI untuk terus meningkatkan kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur nasional,” jelasnya.
Ia menegaskan, dengan dukungan struktur perusahaan yang semakin solid, penguatan fundamental bisnis, serta pipeline proyek yang terus berkembang, ASLI optimis dapat menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Melalui Public Expose ini, ASLI menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh secara adaptif, memperkuat daya saing, serta berperan aktif dalam mendukung pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra








