Poin Penting
- ASEI mencatat kinerja positif pada semester I 2026 dengan hasil jasa asuransi bersih Rp44,01 miliar dan laba bersih Rp44,91 miliar
- Struktur ekuitas ASEI membaik, dari negatif Rp304 miliar menjadi negatif Rp251 miliar, seiring pemulihan kinerja operasional
- ASEI memperkuat permodalan melalui dukungan induk usaha, termasuk rencana konversi pinjaman subordinasi Rp407 miliar menjadi tambahan modal.
Jakarta – PT Asuransi Asei Indonesia (ASEI) mencatatkan tren positif dalam kinerja keuangan hingga semester I 2026.
Perbaikan kinerja tersebut berlangsung setelah perseroan mengadopsi standar akuntansi keuangan terbaru, yakni PSAK 117 tentang kontrak asuransi dan PSAK 109 mengenai instrumen keuangan.
Sepanjang paruh pertama 2026, hasil jasa asuransi bersih ASEI mencapai Rp44,01 miliar atau setara 57,76 persen dari target tahunan.
Capaian tersebut turut mendorong raihan laba bersih perseroan yang tercatat Rp44,91 miliar pada semester I 2026.
Baca juga: 74 Perusahaan Asuransi Raih Penghargaan “Infobank Insurance Recognition 2026”
Direktur Utama ASEI, Dody Dalimunthe, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut turut memperkuat struktur ekuitas perseroan. Dari posisi audited yang mencatatkan ekuitas negatif Rp304 miliar, posisi tersebut membaik menjadi negatif Rp251 miliar.
“Hal ini menunjukkan bahwa ASEI masih memiliki kemampuan operasional yang memadai dan secara fundamental kinerja operasional ASEI telah mengalami pemulihan yang kuat dan berada pada jalur yang lebih sehat untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan di masa mendatang,” ucap Dody dalam keterangan resmi dikutip, 18 Agustus 2026.
Sebelumnya, pada 2025 hasil jasa asuransi bersih ASEI tercatat Rp152,38 miliar. Pendapatan usaha bersih mencapai Rp144,42 miliar, sedangkan laba usaha operasional sebesar Rp132,14 miliar. Kinerja tersebut berbalik positif dibandingkan 2024 yang mencatatkan kerugian Rp81,84 miliar.
Di sisi permodalan, perseroan telah menetapkan rencana dalam laporan tahunan 2025 yang akan direalisasikan pada 2026 untuk memenuhi ketentuan regulasi.
Rencana tersebut mendapat dukungan dari PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) selaku induk perusahaan, termasuk melalui konversi pinjaman subordinasi sebesar Rp407 miliar menjadi tambahan penyertaan modal.
Baca juga: OJK Beberkan Tantangan Implementasi Asuransi Kredit Fintech Lending
Ke depan, ASEI akan tetap menjalankan fungsi strategis yang membedakannya dari perusahaan asuransi umum konvensional lainnya, khususnya dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Keberadaan ASEI diharapkan dapat mendorong peningkatan jumlah eksportir baru sekaligus meningkatkan nilai ekspor nasional nonmigas melalui layanan proteksi terhadap risiko tidak diterimanya sebagian atau seluruh pelunasan tagihan ekspor dari importir akibat risiko komersial maupun politik. (*)
Editor: Galih Pratama


