Ekspor RI ke China Didominasi Produk Hilirisasi
Dari sisi komoditas, ekspor utama Indonesia ke China sepanjang Januari-Mei 2026 masih didominasi produk berbasis sumber daya alam dan hasil hilirisasi.
Komoditas terbesar meliputi feronikel senilai 6,4 miliar dolar AS, nikel matte 4,2 miliar dolar AS, lignit 2,3 miliar dolar AS, asam monokarboksilat 1,4 miliar dolar AS, dan batu bara 1,4 miliar dolar AS.
“Produk lainnya antara lain minyak sawit, pulp kimia, baja nirkarat canai datar, lemak dan minyak hewani maupun nabati, serta margarin,” beber Airlangga.
Baca juga: Airlangga Umumkan 4 Negara Dikecualikan dari Penempatan DHE SDA di Himbara
Sebaliknya, impor Indonesia dari China didominasi barang modal dan produk manufaktur berteknologi tinggi. Komoditas tersebut antara lain peralatan telekomunikasi senilai 2,9 miliar dolar AS, mesin pengolah data otomatis 1 miliar dolar AS, bahan kimia untuk industri elektronik 0,9 miliar dolar AS, serta mesin listrik, buldoser, mesin industri, kendaraan bermotor, hingga produk baja setengah jadi.
BYD dan Chery Masuk Lima Besar Pasar Otomotif
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong investasi produsen otomotif asal China yang belakangan berkembang pesat di pasar domestik. Menurut Airlangga, sejumlah merek seperti BYD dan Chery kini telah berhasil masuk dalam kelompok lima besar pangsa pasar otomotif Indonesia.
“Pemerintah juga membuka peluang investasi pada pembangunan jaringan serat optik, aplikasi digital, serta pusat data sebagai bagian dari transformasi ekonomi digital nasional,” imbuhnya.
Kunjungan delegasi bisnis China ke Indonesia kali ini diikuti sekitar 30 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor strategis, mulai dari energi terbarukan, kecerdasan artifisial (AI), semikonduktor, hingga teknologi masa depan.
Baca juga: Indonesia Gabung WAICO Inisiasi China, Airlangga Sebut Arahan Prabowo
Sebelumnya, delegasi tersebut telah melakukan business gathering dengan sejumlah kementerian dan menghasilkan nota kesepahaman (MoU) sekitar 2 miliar dolar AS yang akan segera ditindaklanjuti.
Pernyataan Airlangga dalam forum kunjungan bisnis ini sekaligus melanjutkan rangkaian diplomasi ekonomi Indonesia di Shanghai beberapa hari sebelumnya.
Dalam pertemuan dengan Menteri Perdagangan RRT Wang Wentao belum lama ini, pemerintah Indonesia menekankan pentingnya membangun hubungan perdagangan yang lebih seimbang, investasi berkualitas, transfer teknologi, serta penguatan kapasitas industri nasional sebagai arah baru kemitraan strategis kedua negara. (*) Steven Widjaja


