Poin Penting
- China menjadi tujuan ekspor terbesar Indonesia dengan nilai ekspor 67 miliar dolar AS pada 2025.
- Indonesia mencatat defisit perdagangan 20,5 miliar dolar AS dengan China pada 2025.
- RI mendorong investasi berkualitas, hilirisasi, transfer teknologi, dan pengembangan AI dalam kerja sama ekonomi dengan China.
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan Indonesia akan terus memperkuat hubungan perdagangan dan investasi dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). China masih menjadi mitra dagang sekaligus tujuan ekspor terbesar Indonesia.
Pemerintah juga mendorong agar kerja sama kedua negara tidak hanya berfokus pada perdagangan, tetapi juga investasi berkualitas, hilirisasi industri, transfer teknologi, hingga pengembangan kecerdasan artifisial (AI).
Hal tersebut disampaikan Airlangga saat menghadiri acara “Kunjungan Kehormatan Delegasi Bisnis RRT serta Duta Besar RI untuk RRT” di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.
Airlangga menegaskan hubungan ekonomi Indonesia dan China terus berkembang. Bahkan, hasil kunjungan kerjanya ke Shanghai beberapa hari sebelumnya menghasilkan sejumlah kesepakatan dengan pemerintah maupun pelaku usaha China yang diharapkan segera terealisasi menjadi investasi di Indonesia.
Ia menyebut telah terdapat berbagai perjanjian kerja sama dengan perusahaan-perusahaan China yang sudah maupun akan berinvestasi di Indonesia.
“China juga adalah negara investor besar di Indonesia. Kalau digabungkan dengan Hong Kong dan Singapura, nilainya menjadi sangat signifikan,” ujar Airlangga.
Baca juga: Pemerintah Rayu China Garap Data Center RI, Potensi Pasarnya Fantastis
Airlangga juga mengundang kalangan bisnis China untuk terus memperluas investasinya di Indonesia.
Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif fiskal untuk meningkatkan daya tarik investasi, mulai dari tax holiday, tax allowance, investment allowance, hingga fasilitas super tax deduction untuk kegiatan vokasi serta penelitian dan pengembangan (R&D).
“Selain itu, Indonesia juga membuka peluang kerja sama di sektor pendidikan, riset, infrastruktur digital, pusat data (data center), hingga industri otomotif,” imbuh Airlangga.
Defisit Perdagangan RI-China Capai USD20,5 Miliar
Airlangga menegaskan, China masih menjadi tujuan ekspor terbesar Indonesia pada 2025. Nilai ekspor Indonesia ke China mencapai 67 miliar dolar AS atau sekitar 23,7 persen dari total ekspor nasional.
Sementara itu, nilai impor Indonesia dari China mencapai 87,5 miliar dolar AS, yang membuat Indonesia masih mencatat defisit perdagangan sebesar 20,5 miliar dolar AS dengan China.
Di sisi lain, Indonesia merupakan pasar ekspor terbesar ke-13 bagi China. Nilai impor China dari Indonesia mencapai sekitar 85,4 miliar dolar AS atau sekitar 2,26 persen dari total ekspor global China.
Baca juga: Nilai Dagang RI-China Makin Moncer, Ini Sektor Paling Diminati
Airlangga lebih lanjut menerangkan, kunjungan bilateral ini turut menunjukkan bahwa hubungan dagang kedua negara semakin erat setelah implementasi ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) pada 2010 dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang mulai berlaku pada 2022.
Kedua perjanjian tersebut dipandangnya menjadi fondasi peningkatan arus perdagangan dan investasi bilateral.


