Poin Penting
- PINTU menilai industri kripto Indonesia makin matang dengan ekosistem berkembang, regulasi jelas, dan adopsi yang terus meningkat
- Dalam 6 tahun, PINTU mencatat 11 juta unduhan, hampir 400 token tersedia, serta pertumbuhan pengguna dan aktivitas transaksi yang solid
- Industri kripto 2025 mencatat transaksi Rp482,23 triliun dengan 20,19 juta investor, sementara PINTU terus mendorong adopsi lewat kampanye #SixcessfulYear.
Jakarta – Platform investasi aset kripto PT Pintu Kemana Saja (PINTU) menilai industri kripto di Indonesia semakin matang. Baik dari sisi ekosistem yang semakin lengkap maupun regulasi yang semakin jelas. Adopsi kripto pun semakin masif.
SVP Strategy & Business PINTU Andy Putra mengatakan, tren itu juga tercermin dalam perjalan PINTU selama enam tahun menyediakan layanan trading dan investasi aset kripto di Indonesia. Hingga saat ini, aplikasi PINTU disebut sudah diunduh lebih dari dari 11 juta kali.
“Selain itu, performa produk PINTU juga terus mengalami peningkatan. Hingga tahun 2026, PINTU telah menghadirkan hampir 400 token, termasuk lebih dari 40 token dalam kategori tokenized asset,” ujar Andy dalam keterangan resmi, Selasa, 21 April 2026.
Baca juga: Anak Muda Makin Minati Kripto, PINTU Gandeng OJK dan Unpad Perkuat Literasi
Sementara dari sisi jumlah pengguna mengalami kenaikan 79,29 persen. Lalu pengguna aktif meningkat 38,37 persen, dan pengguna trading naik 25,86 persen secara tahunan. Voume transaksi juga terus menunjukkan tren kenaikan dari tahun ke tahun.
Kenaikan juga terjadi pada segmen derivatif. Ini tercermin dari Pintu Futures yang mencatatkan kinerja solid di kuartal I 2026. Pengguna Pintu Futures yang telah terverifikasi (KYC) meroket hingga 401,00 persen, diikuti pertumbuhan pengguna existing sebesar 208,71 persen serta frekuensi order yang naik 91,61 persen dan disertai dengan volume transaksi dengan pertumbuhan positif.
Secara industri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat voluem transaksi aset kripto di Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp482,23 triliun. Total investor tembus 20,19 juta oraang. Meski dari segi transaksi mengalami penurunan dibanding periode tahun sebelumnya, secara adopsi jumlahnya tetap mengalami peningkatan.
Baca juga: UU P2SK Dinilai Berisiko Sentralisasi Perdagangan Aset Kripto, Begini Tanggapan OJK
PINTU sendiri terus berupaya mendorong peningkatan transaksi dan adopsi aset kripto di Indonesia. Dalam peringatan anniversary ke-6 PINTU, aplikasi ini mengadakan kampanye bertajuk #SixcessfulYear dengan berbagai rangkaian kegiatan di antaranya, termasuk Sixcessful Trading Competition dengan total hadiah Rp105 juta, dan Community Quest Sixth & Beyond di Zealy Pintu.
Sebagai informasi, aplikasi PINTU merayakan hari jadi ke-6 pada 1 April 2026 lalu. Sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), PINTU menyaki bahwa industri kripto di Indonesia tidak hanya semakin besar dari segi jumlah transaksi dan adopsi, tetapi bisa lahir inovasi-inovasi yang use cases-nya bisa memiliki manfaat besar bagi masyarakat banyak. (*) Ari Astriawan







