Poin Penting
- Sebanyak 384 wisatawan dan pelancong dilaporkan hilang akibat banjir bandang di perbatasan Nepal-China.
- Kemlu memastikan belum ada laporan WNI yang terdampak bencana tersebut.
- Sebanyak 45 WNI tercatat menetap di Nepal, sebagian besar berada di Kathmandu.
Jakarta – Sebanyak 384 wisatawan dan pelancong dilaporkan hilang setelah banjir bandang menerjang wilayah perbatasan Nepal-China, Rabu (26/8). Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan hingga saat ini belum ada laporan warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak bencana tersebut.
Delapan orang sebelumnya dilaporkan tewas dalam musibah tersebut. Operasi pencarian dan penyelamatan kini berlangsung di kedua sisi perbatasan.
Pihak berwenang masih memverifikasi keberadaan dan keselamatan para wisatawan. Sebagian korban berasal dari sejumlah negara, sementara identitas lainnya belum terkonfirmasi.
Baca juga: Banjir Padang Rendam 3 Kecamatan, Persoalan Ekologis Dinilai Belum Tuntas
Banjir Bandang Nepal Picu Pencarian Besar-besaran
Bencana terjadi sekitar pukul 08.30 waktu setempat atau 09.45 WIB. Sejumlah kantor polisi, kantor bea cukai, dan rumah warga tersapu banjir.
Otoritas memperkirakan jumlah orang hilang masih dapat bertambah. Tim penyelamat dikerahkan bersama helikopter, aparat keamanan, dan warga setempat.
Mereka yang hilang berasal dari Nepal, India, Inggris, Afrika Selatan, Australia, dan Belanda. Kewarganegaraan sebagian korban lainnya hingga kini belum dapat dipastikan.
Kepolisian Nepal menemukan delapan jenazah di Distrik Nuwakot dan Dhading. Banjir juga menghancurkan sejumlah bangunan serta sebuah pembangkit listrik tenaga air.
Kemlu Pastikan Belum Ada WNI Terdampak
Kemlu menyatakan belum ada laporan WNI yang terdampak bencana di perbatasan tersebut. Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah menyebut pemantauan terus dilakukan.
“Hingga saat ini, berdasarkan pemantauan dan komunikasi dengan pihak terkait, belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak,” ucap Heni kepada Antara di Jakarta.
KBRI Dhaka dan KBRI Beijing berkoordinasi dengan jejaring WNI di wilayah terdampak.
Koordinasi juga melibatkan Konsul Kehormatan RI di Kathmandu. KBRI Dhaka memberi perhatian khusus kepada WNI yang sedang berwisata.
Perhatian terutama diarahkan kepada WNI yang melakukan perjalanan pendakian. KBRI Dhaka meminta agen perjalanan melaporkan keberadaan dan kondisi WNI.
Imbauan tersebut mencakup wisatawan yang sedang melakukan perjalanan atau pendakian. Saat ini terdapat 45 WNI yang menetap di Nepal.
Sebagian besar tinggal di Kathmandu dan bekerja dalam sektor perhotelan.
Baca juga: Banjir Agam Sumbar: 450 Warga Mengungsi, 60 Sempat Terjebak Arus
Sungai Bhotekoshi Diduga Jadi Pemicu Banjir
Juru bicara Pasukan Kepolisian Bersenjata Nepal Shailendra Thapa menyampaikan dugaan penyebab bencana.
Banjir kemungkinan terjadi akibat jebolnya danau glasial di atas Sungai Bhotekoshi. Sungai tersebut berada di Rasuwa, kawasan pegunungan Nepal.
Luapan air deras kemudian berubah menjadi banjir bandang yang merusak berbagai bangunan. Longsor juga terjadi dekat Pelabuhan Gyirong di wilayah Xizang, China.
Longsor memutus akses jalan, komunikasi, serta pasokan listrik menuju pelabuhan.
Peringatan darurat kemudian dikeluarkan hingga wilayah Chitwan. Wilayah tersebut berbatasan langsung dengan India.
Rumah sakit pemerintah dan fasilitas kesehatan keamanan disiapkan menampung korban luka. Rapat kabinet darurat juga berlangsung untuk membahas dampak bencana.
Jalur Wisata Nepal Ikut Terdampak
Kawasan Rasuwagadhi merupakan jalur wisata menuju Langtang. Langtang menjadi salah satu destinasi pendakian populer di Nepal.
Jalur tersebut juga digunakan wisatawan menuju Gunung Kailash dan Danau Mansarovar. Kondisi itu membuat pencarian wisatawan menjadi perhatian utama otoritas.
Menurut laporan Kyodo, jumlah korban tewas kemudian meningkat menjadi 160 orang. Ratusan lainnya masih belum ditemukan dalam bencana tersebut.
Otoritas Nepal mencatat 384 orang masih hilang dalam kejadian itu. Sebanyak 290 orang di antaranya merupakan wisatawan asing.
Xinhua juga melaporkan tiga orang tewas dan 265 lainnya hilang di Shigatse. Sungai yang meluap dari China tersebut mengalir menuju Nepal.
KBRI Dhaka dan KBRI Beijing meminta seluruh WNI meningkatkan kewaspadaan. WNI juga diminta menghindari wilayah terdampak dan mengikuti arahan otoritas setempat.
“KBRI Beijing dan KBRI Dhaka akan terus memantau perkembangan situasi dan menjaga komunikasi dengan komunitas WNI,” ucap Heni.
Kemlu memastikan pemantauan terhadap kondisi WNI terus dilakukan setelah bencana Nepal. (*)
Editor: Yulian Saputra


