Poin Penting
- Yandy Ramadhani resmi mengajukan pengunduran diri sebagai Direktur PT Bank Ina Perdana Tbk pada 16 April 2026
- Pengunduran diri tersebut belum efektif dan masih menunggu persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
- Manajemen Bank Ina memastikan tidak ada gangguan bisnis, sementara Yandy diketahui memiliki rekam jejak panjang di perbankan.
Jakarta – PT Bank Ina Perdana Tbk atau Bank Ina mengumumkan pengunduran diri salah satu jajaran direksinya. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip 20 April 2026, Yandy Ramadhani, direktur Bank Ina telah mengajukan surat pengunduran dirinya pada 16 April 2026.
“Pada tanggal 16 April 2026 perseroan telah menerima surat pengunduran diri Bapak Yandy Ramadhani selaku Direktur Perseroan tertanggal 16 April 2026,” tulis manajemen Bank Ina.
Hanya saja, manajemen Bank Ina tak menjelaskan dengan rinci latar belakang pengunduran diri dari Yandy dari jabatan Direktur Bisnis Retail dan Jaringan.
Manajemen Bank Ina melanjutkan, permohonan pengunduran diri Yandy akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan, sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Baca juga: Bank INA Optimistis Kredit Tumbuh 15–20 Persen di 2026, Lampaui Target OJK
Adapun dari sisi operasional, Bank Ina memastikan tidak terdapat gangguan terhadap kegiatan usaha. Seluruh aktivitas bisnis dan operasional Bank Ina Perdana tetap berjalan normal sebagaimana mestinya.
Profil Yandy Ramadhani
Mengutip laman perseroan, Yandy diangkat sebagai Direktur Bank Ina dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 16 Juni 2023.
Yandy punya rekam jejak karier panjang di industri perbankan. Sebelum bergabung di Bank Ina, Yandy lama berkarier di PT Bank Central Asia (BCA). Tercatat Yandy bergabung BCA sejak 1987 hingga 2021. Jabatan terakhirnya di BCA adalah Kelapa Kantor Wilayah 12 se-Jakarta Barat
dan Banten.
Baca juga: #SAVEBANKERS Stop! Kriminalisasi Kredit Macet
Dari situ, kariernya mulai menanjak. Hingga akhirnya dipercaya sebagai direktur utama PT Dana Purna Investama (DPI), perusahaan manajemen alih daya di bawah naungan dana pensiun BCA.
Sementara mengenai pendidikan, Yandy tercatat sebagai sarjana Computer Science dari Sekolah Tinggi Manajemen dan Informatika pada 1990 dan meraih gelar Magister Management dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM di 1995. (*)








